Showing posts with label URBAN. Show all posts
Showing posts with label URBAN. Show all posts

Saturday, July 6, 2019

Surat Menyurat Memiliki Kesan Tersendiri

Surat Menyurat-POJOKNYANTAI
Kita semua mungkin sudah tidak asing lagi dengan surat-menyurat, bahkan tak jarang pula menggunakannya sebagai sarana untuk berkomunikasi kepada orang lain. Baik surat yang bersifat formal ataupun nonformal.

Ya, surat merupakan salah satu media komunikasi yang sampai saat ini masih digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dari satu orang ke orang lainnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, surat berarti kertas yang bertulis atau secarik kertas sebagai tanda atau keterangan sesuatu yang ditulis. Sedangkan surat-menyurat adalah kegiatan untuk mengadakan hubungan secara terus-menerus. Umumnya, surat biasa digunakan untuk menjalin hubungan secara luas, memberikan ucapan selamat ulang tahun, atau sekadar tukar-menukar pengalaman dan pengetahuan.

Jauh sebelum ditemukannya kertas, orang menulis surat pada daun pelepah pohon atau kulit binatang. Kegiatan surat-menyurat pertama kali dimulai di Mesir pada 2000 SM. Saat itu surat ditulis pada sebuah mangkuk atau kain linen, kemudian di bungkus dengan kain, kulit binatang, atau sayuran untuk dikirim. Sedangkan di Indonesia sendiri, tradisi surat-menyurat sudah ada sejak zaman kerajaan. Surat di tulis di atas batu, kayu, atau kertas yang terbuat dari kulit bambu. Tradisi menulis surat semakin berkembang pesat ketika Belanda datang ke Indonesia.

Namun, seiring berjalannya waktu kegiatan berkirim surat semakin jarang ditemukan atau usang. Terabaikan. Manusia di era modern seolah sudah ‘muak’ berhadapan dengan kertas. Menulis surat dianggap sebagai hal yang tidak efektif di zaman yang serba cepat dan instan. Bersosialisasi jauh lebih mudah menggunakan internet dengan fasilitas jejaring sosial media seperti facebook, twitter, instagram dan semacamnya. Jika dulu, ketika masih duduk di sekolah dasar kita pernah merasakan punya sahabat pena lewat berkirim surat, kebiasaan seperti ini justru akan menjadi sesuatu yang tabu dan asing pada masa sekarang.

Buat apa repot-repot menulis surat pada lembaran kertas? Toh, sekarang kita bisa lebih mudah bertukar pesan lewat smartphone pakai email, sms dan media sosial. Informasi bisa langsung dengan cepat tersebar, kan?”

Salah besar. Menulis di atas sebuah kertas memang terkesan kuno, tapi memiliki kesan tersendiri. Membuat kita lebih banyak berpikir mengenai apa yang hendak kita sampaikan supaya kita tidak perlu menulis kembali jika terdapat kesalahan. Memilih secara hati-hati kata apa yang akan kita gunakan agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Kita juga bisa leluasa mengekspresikan seluruh isi hati yang tidak bisa diucapkan oleh lisan tanpa harus takut dengan reaksi yang nantinya akan kita dapat. Belum lagi, perasaan ‘deg-degan’ yang kerap menghampiri ketika menunggu dan menerima surat datang. Manfaat lain menulis surat adalah bisa dengan mudah kita simpan kalau ingin membacanya kembali di lain waktu.

Sangat berbeda saat kita menulis pesan di media sosial atau aplikasi chatting. Orang cenderung akan langsung menulis apa yang ingin ia utarakan tanpa berpikir. Tulisan tersebut justru menjadi kurang makna ketika terpampang di layar ponsel, yang terkadang disingkat dan tidak disenyawai oleh jiwa penulisnya. Bahkan ada yang kadang kala lebih memilih berbicara langsung untuk mengutarakan isi hatinya kepada lawan bicara. Hal ini bisa membawa dampak yang kurang baik, karena ketika seseorang berbicara spontan tentang isi hatinya, ia cenderung tidak menyaring terlebih dahulu kata apa yang akan ia lontarkan dan dapat menimbulkan kesalahpahaman.

Kemajuan teknologi di bidang komunikasi memang tidak perlu diragukan, hingga mampu membuat seseorang dengan cepat ‘berpindah hati’ kepada hal-hal baru guna mengikuti perkembangan zaman dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seolah seperti mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Kondisi seperti ini tentu tidak bisa disalahkan. Hanya saja kita harus memahami, bahwa ketika menemukan sesuatu yang baru tidak berarti harus melupakan sesuatu lainnya.

Era globalisasi yang ditandai dengan semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi, suatu saat nanti mampu membuat pesona sang surat memudar. Menurunnya minat untuk menulis dan hilangnya sentuhan imajinasi juga ekspresi emosional adalah hal yang sedang dihadapi masyarakat saat ini. Tidak menutup kemungkinan, surat secara perlahan hanya akan menjadi sekadar bentuk formalitas semata. Punah. Tinggal kenangan. 

Penulis :Kirana Putri Ersapranu


Monday, May 20, 2019

Hidroponik salah satu solusi mengurangi polusi udara

Pict.Doc.www.99.co
Banyaknya kendaraan yang membanjiri jalan raya dan juga pabrik-pabrik saat ini yang mengakibatkan polusi udara tentu ini menjadi persoalan publik karena dapat berakibat buruk terhadap kesehatan, hal ini bisa kita rasakan sendiri untuk menghirup udara segar saja menjadi sesuatu yang susah didapatkan, dan beberapa peneliti membuat solusi untuk teknologi baru menjaga produknya untuk ramah lingkungan.

Kita mengenal istilah Hutan adalah paruparu dunia sebab tumbuhan dan pepohonan dapat mengikat CO2 saat proses fotosintesis. dan langkah inilah salah satu solusi yang diharapkan dikembangkan untuk mengurangi polusi udara.

Saat ini bertani dikota tidak lagi sesuatu yang ganjil ini sudah dibuktikan dengan buku terbitan 1627 kegiatan membudidayakan tanaman didarat tanpa tanah oleh Fancisco Bacon dengan judul “Sylva Sylvarum” setelah dia meninggal pada tahun 1699 Jhon Woodward melakukan percobaan  budidaya air dengan spearmint. Ia menemukan bahwa tanaman lebih baik tumbuh dalam air yang kurang murni berbanding air murni.

Dan seiring waktu para ahli tidak ada hentinya untuk melakukan penelitian Pada tahun 1842 ahli botani jerman Julius Von Sachs dan Wilhem Knop menyusun daftar element penting untuk pertumbuhan tanaman dan sekitar tahun 1859 mulai mengembangkan tanaman darat tanpa tanah dengan larutan yang menekan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi mineral bagi tanah. Dengan latar belakang ini peneliti tidak henti melakukan penelitian yang saaat ini sudah banyak digunakan yaitu Hidroponik.

            Hidroponik ini adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. sehingga cocok diterapkan di perkotaan, hal ini sudah muncul pada tahun 1929 william Frederick Gericke dari universitas California di Berkeley mulai mempromosikan secara terbuka tentang Solution Cultur. Dengan adanya cara ini komunitas urban study kembali menyarankan dan melakukan solusi dengan berladang menggunakan cara hidroponik, dampak positif tanaman hidroponik adalah membuat kota jadi hijau dan mampu mengurangi polusi udara.

Cara membuat hidroponik sangatlah banyak, namun bila mau mencoba dibawah ini adalah salah satu contohnya, mari kita lihat cara kerjanya, penting dicatat bahwa ini hanya model dan anda bebas membuat desain anda sesuai kebutuhan dan lokasi anda,
 

Bahan yang kita butuhkan biasanya adalah arang, batu krikil kecil, batu apung juga boleh ini adalah utuk mendia penyangga tanaman dan kita juga boleh memnggunakan serbuk kayu atau serbuk gergaji nah sisanya boleh anda memberikan nutrisi tumbuhan seperti pupuk dan sesuaikan dengan tanaman anda. Selamat mencoba, semoga artikel ini bermanfaat. Salam POJOK NYANTAI 

Saturday, January 6, 2018

ASAL USUL BADUT YANG DIGEMARI ANAK-ANAK

Photo by: Putri Fairuz

            Badut merupakan seseorang yang berpakaian lucu untuk menghibur banyak orang. Dulu, badut-badut memakai bedak yang tebal dan berpakaian aneh untuk menghibur orang-orang. Tapi sekarang, badut-badut lebih banyak memakai pakaian dari karakter animasi untuk menarik perhatian anak-anak.
            Karakter badut yang terkenal ada di sekitar tahun 500 masehi sampai 1.500 masehi. Orang Italia di Eropa mengenali badut tersebut sebagai Arlecchino atau Harlequin. Kedua tokoh badut itu dipopulerkan oleh kelompok teater yang bernama Commedia dell aste. Saat itu mereka masih memakai kostum yang sangat sederhana.
            Lalu pada abad ke-18 masehi, kostum badut mengalami perkembangan bahkan sempat popular di Jerman dan Inggris. Kostum tersebut bisa terkenal karena dandanan dan gaya sang pantonim bernama Pickellhering. Waktu itu Pickellhering memakai baju dan sepatu yang gombrong atau kebesaran, penutup kepala warna-warni, serta renda yang melingkar di sekitar leher badut.
            Dalam sejarahnya, badut adalah seorang penghibur dalam sirkus. Keberadaan badut di arena sirkus membuat penonton terhibur dan tertawa. Ini berguna untuk mengurangi ketegangan penonton pada saat menyaksikan adegan-adegan akrobat sirkus yang menegangkan.
Joseph Grimaldi atau yang dikenal dengan Joey Grimaldi adalah orang yang dianggap menempatkan badut sebagai peran tak terpisahkan dalam industri hiburan dan sirkus pada awal abad ke-18 masehi. Ia menciptakan karakter Jocy dan melakukan pertunjukkan di London pada awal 1.800-an. Karakter Jocy dikenang dalam sejarah perbadutan karena perannya yang menarik. Jocy bisa menghasilkan banyak mimik, tidak sekedar melucu, ia juga berhasil memainkan perasaan penontonnya melalui ekspresi sedih bahkan ekspresi ketakutan.
Menjelang era perfilman modern, karakter badut mengilhami banyak tokoh bisnis hiburan. Contohnya comedian Charlie Chaplin dna Buster Keaton yang mengadopsi spirit para badut dalam semua film bisunya. Lalu mulailah perkembangan era baru perbadutan, dari awalnya mmengamen di jalanan hingga menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan.
            Di Indonesia, dunia perbadutan dimulai pada tahun 1975, yang dipelopori oleh Mupri atau kini lebih dikenal dengan sebutan badut Pak Mupri. Ide awal membuat karakter badut ini diakuinya, sejak tahun 1969 yang terinspirasi Pekan Raya Jakarta (PRJ). Enam tahun kemudian, ide tentang badut itu barulah terelaisasi.
            Seiring berjalannya waktu kini badut memiliki dua jenis yang tak kalah terkenal dari pendahulunya, yaitu badut maskot dan badut karakter. Badut Maskot adalah badut yang dibuat oleh suatu perusahaan untuk menjadikan nyata maskot/logo perusahaan mereka kepada publik. Badut maskot dapat digunakan untuk pengenalan merk, promosi perusahaan, pameran, atau meningkatkan suatu film. Sedangkan badut karakter merupakan badut tokoh film yang disukai oleh anak-anak seperti superman, batman, robin, spongebob, tom & jerry, dll. Penggunaan badut karakter ini sering ditemukan untuk memeriahkan pesta ulang tahun, family gathering, promosi, dll.(Penulis : Putri Fairuz/PNB 3A/2017)
Sumber, Wikipedia,  Tirto.id,  Kumpulanbadutsurabaya.com, Bobo.grid.id

Tuesday, October 24, 2017

Bajaj transportasi yang semakin jarang ditemukan

Photo By : Irhami Rohima

Pada jaman dahulu, transportasi utama setiap orang untuk berpergian adalah angkutan umum, kopaja, hingga bajaj. Namun, seiring berkembangnya teknologi, kini kendaraan umum tersebut sudah mulai sepi dan bahkan beberapa ada yang sudah dikatakan hampir punah seperti bajaj salah satunya. Sudah sangat jarang sekali kita dapat menemukan angkutan umum seperti ini kecuali di kawasan wisata saja seperti monas, kota tua, dsb.

Kendaraan bajaj adalah kendaraan yang di anggap unik karena memiliki roda tiga saja dan menggunakan bahab bakar minyak untuk menyalahkan mesinnya. Namun, seiring berjalannya waktu, kini bajaj mengubah bahan bakarnya menjadi gas. Tentu, menjadi sangat aman jika menggunakan bahan bakar gas karena kalau masih menggunakan bahan bakar minyak, hal itu masih dapat menyebabkan terjadinya kebakaran. Di lain sisi BBM saat ini kita terbilang sudah sangat langka. Bahkan bisa di bilang kita mulai impor dari luar. Jika bajaj masih menggunakan bahan bakar minyak, maka anggaran biaya yang dikeluarkan juga menjadi sangat besar. Penggunakan bahan bakar gas sendiri sudah di berlakukan sejak 10 tahun terakhir. Tentu jauh lebih efektif di bandingkan bahan bakar minyak menurut supir bajaj tersebut.

Terlepas dari itu semua, bajaj saat ini terbilang menjadi kendaraan untuk wisata saja. Karena orang umum saat ini lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi atau online yang tarifnya sudah pasti jauh lebih murah dari pada naik bajaj. Bajaj biasanya dapat kita temui didekat stasiun untuk menunggu penumpang yang akan naik.

Untuk tarif sendiri, menurut saya supir bajaj menembak harga. Sebab, tarif di bajaj yang satu dan yang lain berbeda untuk tujuan yang sama. Kalau kita tidak pandai-pandai menawar harga, maka kantung kita akan terkuras habis hanya untuk naik bajaj saja.

Lebih menghebohkannya lagi, kini ada bajaj roda empat. Memang hampir mirip dengan angkutan umum pada umumnya. Kendaraan ini menggunakan bahan bakar gas. Untuk tampilan sendiri bajaj roda empat ini berbeda dengan bajaj roda tiga. Bajaj roda empat memiliki desain yang jauh lebih modern. Kursi lebih empuk dan dilengkapi sabuk pengaman hingga audio sistem. Bajaj ini pertama kali di luncurkan di tempat umum pada pertengahan tahun ini.


Bajaj roda empat dapat mengangkut penumpang empat termasuk satu pengemudi di dalamnya. Memang kehadiran bajaj roda empat ini membuat pengemudi bajaj antusias dengan keberadaan alat transportasi tersebut. Namun, sepertinya untuk tarif sendiri masih sama dengan tarif bajaj roda tiga yaitu di sesuaikan dengan pengemudi bajaj itu sendiri. Jadi, bersiap-siaplah untuk tawar menawar dengan harga yang masih di kategorikan sebagai wajar karena supir bajaj juga manusia yang sudah pasti dia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dia dan keluarganya.(Penulis : Irhami Rohimah/PNB3C/2017)

Saturday, September 23, 2017

Fenomena Budaya Urban


Pernahkah anda mendengar kata urban? Atau budaya urban? Sebelum itu tahukah anda apa itu urban? Urban adalah suatu yang bersifat kekotaan yang secara langsung maupun tidak, terkait dengan  perpindahan penduduk dari desa ke kota yang biasa disebut urbanisasi. Fenomena urban terkait erat dengan masalah persoalan antara tradisi dan modernitas. Masyarakat urban ini selalu identik dengan industrialisasi serta konsumsi gaya hidup yang telah menyuburkan keberadaan “anggota masyarakat modern” atau sosialita. Sosialita di sini dalam artian fenomena gemerlap

Dengan fenomena tersebut maka terwujud suatu budaya yang disebut budaya urban. Apa itu budaya urban? Budaya urban merupakan wujud dari cara berpikir, merasa serta bertindak manusia urban di tengah konstelasi kehidupan kota masyarakat modern. Cara berpikir merasa dan bertindak, tersebut menyangkut soal nilai yang dihayati. Nilai-nilai tersebut adalah nilai yang dijunjung dalam kehidupan urban untuk pencarian dan hasrat diri. Nilai tersebut membentuk suatu wujud budaya urban dan menjadi satu dengan penanda-penanda urban antara lain:

  • Lingkungan yang ramai dan padat oleh penduduk, pemukiman, aktivitas sosial ataupun bangunan lainnya. Keramaian dan kepadatan kawasan mempresentasikan citra elitis misalnya arsitektur megah, konsep rumah minimalis, interior mewah dan gedung pencakar langit. Dan di lain sisi budaya urban terdapat pula kawasan kota pinggiran.
  • Soal mobilitas manusia urban ini di ibaratkan sebagai ‘manusia pelari’. Kehidupan urban menyuguhkan begitu banyak aktivitas yang selalu menunggu untuk  dikerjakan
  • Gaya hidup manusia urban memiliki gaya hidup yang terbilang serba gemerlap serta konsumsi gaya hidup yang berlebihan. Dalam gaya hidup di budaya urban memiliki sisi gelap dan menimbulkan penyimpangan orientasi gaya hidup dan kebiasaan seks bebas. Fenomena seperti ini sudah banyak terjadi di setiap sudut-sudut kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bali dan kota besar lainnya.


Budaya urban memiliki dampak globalisasi yang cukup mengerikan. Masyarakat urban di era globalisasi mendorong mobilitas masyarakat yang tinggi sehingga terdampak dalam melahirkan permasalahan perkotaan baru di berbagai aspek kehidupan sosial budaya, ekonomi, lingkungan, kesehatan serta aspek lainnya. Bagi masyarakat pinggiran kota untuk datang ke kota dengan tujuan mengadu nasib memunculkan banyak konsekuensi.
Budaya urban ini memiliki dampak dalam peningkatan jumlah penduduk di waktu-waktu tertentu, sehingga memunculkan kantung-kantung kemiskinan bagi kaum pendatang serta kepadatan jalan akibat banyaknya pengguna kendaraan bermotor.

Jika ditarik kesimpulan ketika budaya urban didominasi oleh pasar maka pada hakikatnya pasar pula yang menjadi penguasa budaya urban, bahkan antara pasar dengan masyarakat urban memilki relasi yang tidak seimbang, jadi budaya urban mencakup berbagai sisi, mulai dari kelas, ekonomi, keberadaan serta gaya hidup. Untuk gaya hidup biasanya selalu berubah setiap saat. Karena gaya hidup di sini bersifat musiman. Demikian pula setiap saat masyarakat juga selalu mengalami revolusi, disebabkan bertambahnya individu setiap kelompok lalu berkembang dan menjadi kelompok baru. Dalam kelompok urban dan budaya urban di Indonesia masih berjalan secara horizontal dan masih dalam batas kewajaran. Begitupun mobilitas masyarakat urban yang tinggi dapat berdampak dan memberi permasalahan perkotaan yang baru di segala aspek kehidupan, maka tentunya perlu suatu perubahan mengenai konsep modern gaya hidup urban, untuk menghindari permasalahan yang ada di bumi.


Demikianlah pengertian budaya urban yang terjadi di sekitar kita, serta dampak yang ditimbulkan dari gaya hidup budaya urban. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sunday, August 27, 2017

Afandi Tokoh Lukis Impresionis Indonesia Yang Mendunia



Seniman lukis yang bergaya Impresionis asal indonesia sangat banyak dan salah satunya yang mendunia adalah Afandi, Tokoh kelahiran Cirebon Jawabarat, 23 Mei 1907 ini sudah sangat banyak melanglang buana dan bahkan karyanya banyak yang dikoleksi museum ternama dunia dan juga harga karya lukisnya yang sangat mahal.
Dalam Perkembangan seni rupa Indonesia nama Afandi tidak dapat dilupakan, Seorang Afandi memperoleh pendidikan HIS, MULO, dan selanjutnya tamat dari AMS, Sekitar tahun 30-an, Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung, kelompok ini adalah lima pelukis Bandung. Kelima tokoh ini adalah Hendra Gunawan, Barli, Sudarso, dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok, Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Kelompok ini berbeda dengan Persatuan AhliGambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1938, melainkan sebuah kelompok belajar bersama dan kerja sama saling membantu sesama pelukis.

Afandi melakukan pameran tunggal pertamanya di gedung Poetra Djakarta pada tahun 1943, dan Dalam Seksi Kebudayaan Poetera ini Affandi berperan sebagai tenaga pelaksana dan S. Soedjojono sebagai penanggung jawab, yang langsung mengadakan hubungan dengan Bung Karno. Dimana saat itu Pemimpin Seksi Kebudayaan Poetra adalah:Empat Serangkai, yang terdiri dari Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Kyai Haji Mas Mansyur.

Dan Pada masa hidupnya dan tujuannya Afandi banyak menerima penghargaan dan juga Beasiswa untuk pendidikan seni lukis ke Eropa dan India. Dan pada tahun 50-an dia kembali ke tanah air. Beberapa pameran yang telah dibuat Afandi adalah :

1.     Museum of Modern Art (Rio de Janeiro, Brasil, 1966)
2.     East-West Center (Honolulu, 1988)
3.     Festival of Indonesia (AS, 1990-1992)
4.     Gate Foundation (Amsterdam, Belanda, 1993)
5.     Singapore Art Museum (1994)
6.     Centre for Strategic and International Studies (Jakarta, 1996)
7.     Indonesia-Japan Friendship Festival (Morioka, Tokyo, 1997)
8.     ASEAN Masterworks (Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia, 1997-1998)
9.     Pameran keliling di berbagai kota di India.
10.  Pameran di Eropa al: London, Amsterdam, Brussels, Paris, Roma
11.  Pameran di benua Amerika al: Brasilia, Venezia, São Paulo, Amerika Serikat
12.  Pameran di Australia
13.  Affandi Alive di Museum Lippo Plaza Jogja

Nah itulah sekilas tentang Tokoh Lukis Impresionis Indonesia yang ternama atau Maestro Impresionis indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat salam.

POJOK_NYANTAI…Jangan Lupa Ngopi…J

Saturday, August 26, 2017

Eman Hakim denga gaya Lukisan Impresionis



Seniman yang satu ini banyak menuangkan idenya kedalam bentuk karya lukis dengan gaya impresionis, dia  adalah EmanHakim Lahir di Al-Minia - Mesir pada tanggal 5 Februari. Dan lulus dari Fakultas Seni Rupa di Mesir. Eman Hakim telah membuat 4 pameran tunggal pada tahun 2006, 2007, 2008 & 2009. Juga telah  berpartisipasi dalam puluhan pameran Grup selama 5 tahun terakhir.



Dia percaya bahwa yang penting dalam berkarya adalah mencoba untuk memberikan pemahaman seni yang lebih baik terhadap publik tentang pengembangan selera artistik, esetika, dan berdampak positif terhadap khalayak umum atau publik. Beberapa galeri besar didunia banyak mengoleksi karya Eman Hakim.
Eman Hakim juga orang yang aktif dalam organisasi Seni dan budaya di mesir 
 
- Member of syndicate of Plastic Artists
- Member of National Society of Fine Arts (Ahlia) 
- Member of Sohbet Fann Group of Plastic Artists 
- Member of Association for preservation of Egyptian
Heritage Society
- Member of Cairo Atelier
- Member of Cairo Art Guild
 
Pameran Solo:
 
Varietas di Pusat Kreativitas Museum Ahmed Shawky Giza Fine Art Sector Maret 2006
Ahl El-Nil atau Orang Nil di Roda Budaya Elsawy Zamalek Januari 2007
Harmony & Shadows - Galeri seni musik Opera April 2008
Moments Berwarna - Cairo Atelier April 2009
Song of Life - Galeri Shadicor Heliopolis April 2010

Thursday, August 24, 2017

Ed Sheeran Konser Di Jakarta Pada bulan November 2017

Artis kelahiran Halifax, West Yorkshire , Inggris. Ed Sheeran yang sukses membawa Lagu dengan Judul “PHOTOGRAPH” kemudian pada Januari  tahun 2017 berhasil menduduki Posisi pertama ditangga lagu Billboard Hot 100 dengan single Shape of You.

Ed Sheeran dijadwalkan akan mengadakan konser dijakarta pada Bulan November 2017 dan akan digelar di INDONESIAN CONVENTION EXHIBITION (ICE) BSD CITY. Dengan Harga tiket dimulai dari Rp.850rb, dan buat para penggemar yang menginginkan tiketnya silahkan lihat informasi dibrosur ini.


Wednesday, August 23, 2017

Jakarta Biennale 2017 hadirkan Karya 50 seniman


Acara seni rupa sekali dalam kurun waktu dua tahun ini sudah berlangsung sejak tahun 1974 dan tahun ini akan  akan dilaksanakan pada 4 November sampai 11 Desember  2017. Dan akan diselenggarakan dan berpusat  di Gedung Sarinah Ekosistem Pancoran, Jakarta Selatan.
Topik kali ini dalam Jakarta  Biennale 2017 akanmengusung konsep JIWA  pemaknaan dalam jiwa tersbut  adalah  sebagai daya hidup, energi, semangat,  yang merupakan dorongan hakiki pada individu, kolektivitas, masyarakat, benda-benda dan alam.
Dari awal tahun 2017, tim artistik JIWA atau Jakarta Biennale 2017 melakukan penelitian terhadap daerahah bahkan Negara-negara dan juga mengukaratori karya-karya seniman local maupun seniman luarnegeri, dan Tim Binnale 2017 juga mengundang beberapa dari mereka untuk persiapan JIWA: Jakarta Binanale 2017.
Diperkirakan kurang lebih sekitar 50 seniman akan berpartisipasi  dalam JIWA: Jakarta Biennale 2017. Dan team curator adalah   Melati Suryodarmo (Direktur Artistik), Hendro Wiyanto,  Annissa Gultom, Philippe Pirotte dan Vít Havránek dan final keputusan  akhirnya memilih 50-an seniman, di antaranya:
Abdi Karya (Indonesia)
Afrizal Malna (Indonesia)
Alastair McLennan (Northern Ireland)
Aliansyah Caniago (Indonesia)
Ali Al-Fatlawi & Wathiq Al-Ameri (Switzerland) 
Arin Rungjang (Thailand)
Chiharu Shiota (Japan/Germany)
Choy Ka Fai (Singapore)
Darlane Litaay (Indonesia)
Dineo Seshee Bopape (South Africa)
Dolorosa Sinaga (Indonesia)
Eva Kotátková (Czech Republic)
Gabriela Golder (Argentina)
Hanafi (Indonesia)
I Made Djirna (Indonesia)
Imhathai Suwatthanasilp (Thailand)
Jason Lim (Singapore)
Karrabing Film Collective (Australia)
Keisuke Takahashi (Japan)
Kiri Dalena (The Philippines)
Luc Tuymans (Belgium)
Marintan Sirait (Indonesia)
Rama Surya (Indonesia)
Ratu Saraswati (Indonesia)
Robert Zhao (Singapore)
Semsar Siahaan (Indonesia)
Siti Adiyati (Indonesia)
Vasil Artamonov & Alexey Klyuykov (Czech Republic)
Willem de Rooij (The Netherlands)
Wukir Suryadi (Indonesia)
Yola Yulfianti (Indonesia)
Lewat JIWA: Jakarta Biennale 2017, diharapkan dapat berbagai  ragam  hubungan yang menggugah sensibilitas, rasa-merasa, dan mengayakan cakrawala intelektual kita. Dalam konteks seni dan budaya kontemporer di sekitar kita tentu juga tidak akan jauh dari perbincangan tentang  JIWA tentu  memiliki implikasi politik yang nyata.
kajian biennale kali ini diupayakan  dapat menemukan keterhubungannya Perjalanan sejarah Seni Rupa Indonesia dengan masa kini. Untuk menjembatani  karya dengan lapisan masyarakat yang lebih luas, biennale kali ini kerja sama akan dijalin dengan beberapa museum di Jakarta,  seperti Museum Seni Rupa, Museum Sejarah Jakarta,   dan Wayang serta museum Keramik.

Sumber :

Monday, August 21, 2017

Seniman Grafiti Hadirkan Karya Patung Kontemporer di Pameran Urban Art


Seorang seniman graffiti asal Devon  inggris menghadirkan karya patung kontemporer  di ruang pameran, saat Exebition Urban Art, Beejoir dikenal berkarya stensil dan graffiti  namun dengan pengolahan bahan dan konsep surrealist hadir dengan  karya patung kontemporer.

Salah satu fitur recruring yang paling mengejutkan dari exebition ini adalah penyimbolan-penyimbolan yang dihadirkan dalam patung tersebut adalah sangat umum yaitu mengadirkan perangkap tikus dan membuat mata uang kertas dan dibungkus atau di display di dalam kaca. Penerapan ini adalah bagian dari hak istimewa  dan kekayaan ekspresi seniman , dan bila menyimak karya ini gayanya dapat mengingatkan pada Dali dan Ducham.

Mengulas secara singat karya patung kontemporer ini menyinggung tentang pengaruh uang dalam masyarakat  dan budaya urban, Siapa yang tidak kenal uang dan butuh uang?, yang mempengaruhi setiap individu, yang terkadang uang juga menjadi perangkap terhadap masyarakat urban, sebab kebutuhan manusia tiada habisnya dan juga tiada puasnya. Hal ini berlaku untuk individu, birokrasi pemerintah  dan instansi swasta.

Dalam karya Trap Money atau perangkap uang ini Beejoir benar-benar berhasil dalam pengolahan material dan konsep dalam bentuk karya patung, dan Ini menjadi simbol murni, oleh karena itu  meaning menjadi sangat kuat kemudian Subversi yang normal di bawah bobot konteks baru, dengan menentukan determinasi material dan efeknya mampu menyampaikan pesan.



Saturday, August 19, 2017

Manusia ditengah konstelasi kehidupan kota Munculkan Budaya Urban


Pernahkah anda mendengar kata urban? Atau budaya urban? Sebelum itu tahukah anda apa itu urban? Urban adalah suatu yang bersifat kekotaan yang secara langsung maupun tidak, terkait dengan  perpindahan penduduk dari desa ke kota yang biasa disebut urbanisasi. Fenomena urban terkait erat dengan masalah persoalan antara tradisi dan modernitas. Masyarakat urban ini selalu identic dengan industrialisasi serta konsumsi gaya hidup yang telah menyuburkan keberadaan “anggota masyarakat modern” atau sosialita. Sosialita di sini dalam artian fenomena interaksi dan aktivitas.

Dengan fenomena tersebut maka terwujud suatu budaya yang disebut budaya urban. Apa itu budaya urban? Budaya urban merupakan wujud dari cara berpikir, merasa serta bertindak sebagai manusia ditengah kota, manusia di tengah konstelasi kehidupan kota masyarakat modern. Cara berpikir merasa dan bertindak, tersebut menyangkut soal nilai yang dihayati. Nilai-nilai tersebut adalah nilai yang dijunjung dalam kehidupan urban untuk pencarian dan hasrat diri. Nilai tersebut membentuk suatu wujud budaya urban dan menjadi satu dengan penanda-penanda urban antara lain:
  • Lingkungan yang ramai dan padat oleh penduduk, pemukiman, aktivitas sosial ataupun bangunan lainnya. Keramaian dan kepadatan kawasan mempresentasikan citra elitis misalnya arsitektur megah, konsep rumah minimalis, interior mewah dan gedung pencakar langit. Dan di lain sisi budaya urban terdapat pula kawasan kota pinggiran.

  • Soal mobilitas manusia urban ini di ibaratkan sebagai ‘manusia pelari’. Kehidupan urban menyuguhkan begitu banyak aktivitas yang selalu menunggu untuk  dikerjakan. 

  • Gaya hidup manusia urban memiliki gaya hidup yang terbilang serba gemerlap serta konsumsi gaya hidup yang berlebihan. Dalam gaya hidup di budaya urban memiliki sisi gelap dan menimbulkan penyimpangan orientasi gaya hidup dan kebiasaan seks bebas. Fenomena seperti ini sudah banyak terjadi di setiap sudut-sudut kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bali dan kota besar lainnya.

Budaya urban memiliki dampak globalisasi yang cukup mengerikan. Masyarakat urban di era globalisasi mendorong mobilitas masyarakat yang tinggi sehingga terdampak dalam melahirkan permasalahan perkotaan baru di berbagai aspek kehidupan sosial budaya, ekonomi, lingkungan, kesehatan serta aspek lainnya. Bagi masyarakat pinggiran kota untuk datang ke kota dengan tujuan mengadu nasib memunculkan banyak konsekuensi.

Budaya urban ini memiliki dampak dalam peningkatan jumlah penduduk di waktu-waktu tertentu, sehingga memunculkan kantung-kantung kemiskinan bagi kaum pendatang serta kepadatan jalan akibat banyaknya pengguna kendaraan bermotor.

Jika ditarik kesimpulan ketika budaya urban didominasi oleh pasar maka pada hakikatnya pasar pula yang menjadi penguasa budaya urban, bahkan antara pasar dengan masyarakat urban memilki relasi yang tidak seimbang, jadi budaya urban mencakup berbagai sisi, mulai dari kelas, ekonomi, keberadaan serta gaya hidup. Untuk gaya hidup biasanya selalu berubah setiap saat. Karena gaya hidup di sini bersifat musiman. Demikian pula setiap saat masyarakat juga selalu mengalami revolusi, disebabkan bertambahnya individu setiap kelompok lalu berkembang dan menjadi kelompok baru. Dalam kelompok urban dan budaya urban di Indonesia masih berjalan secara horizontal dan masih dalam batas kewajaran. Begitupun mobilitas masyarakat urban yang tinggi dapat berdampak dan memberi permasalahan perkotaan yang baru di segala aspek kehidupan, maka tentunya perlu suatu perubahan mengenai konsep modern gaya hidup urban, untuk menghindari permasalahan yang ada di bumi.


Demikianlah pemahaman budaya urban yang terjadi di sekitar kita, serta dampak yang ditimbulkan dari gaya hidup budaya urban. Semoga artikel ini bermanfaat.

Friday, August 18, 2017

Sikap Komunitas Dalam Masyarakat Urban



Mengamati masyarakat urban tidak terlepas dari sikap atau atitut dalam lingkungan, istilah sikap ini pertama kali diperkenalkan oleh Herbet Specer tahun 1862 dan saat itu diartikan mental seseorang, namun sikap dikaitkan dengan respon atau respek atau tingkah seseorang ketika mendapat stimulus dengan tiba-tiba.

Dalam masyarakat urba sikap atau atitut salah satu hal yang tidak dapat dipungkiri perubahannya dari generasi ke generasi yang disebabkan pengaruh atau stimulus dari teknologi baru dan juga ragamnya etnis yang berbaur dalam masyarakat urban kemudian memiliki tatanan atau ideology yang berbeda atau lebih tepatnya multi kultural, dan sudah menjadi kajian para ilmuan psikologi social dan juga pengamat lingkungan budaya.

Keberagaman etnis yang berbaur dalam masyarakat urban menjadi hal yang sangat serius terkait dengan sikap/atitut. Mengenai sikap sangatlah banyak desfenisi menurut para ahli namun jika berbicara secara global masalah sikap/atitut dalam masyarakat urban dapat disimpulkan bahwa ada yang menerima (favorable) dan ada juga yang menolak (unfavorable).  Mereka akan mendukung jika memang dapat membantu dan memiliki arti kepada mereka dan menolak jika membuat mereka terganggu.

Perkembangan teknologi dianggap salah satu factor yang mempengaruhi tingkah laku atau sikap masyarakat urban, dan sudah menjadi sifat manusia berinteraksi dan bersosial, dengan demikian bahwa individu yang memiliki aktivitas yang sama berkumpul dan akhirnya menjadi sebuah komunitas, komunitas tersebut dapat berdampak positif dan juga negative.

Tetapi yang menjadi persoalan bagaimana sikap mereka diluar komunitas, hal ini membawa perubahan baru dalam masyarakat urban contoh kecil saat berbicara, berprilaku, dan berbuat. Mari kita simak beberapa komunitas yang banyak diterima dalam masyarakat, salah satunya yang memberikan sumbangsi dalam aspek masyarakat contoh: Komunitas Pecinta lingkungan hidup, Penggalangan bantuan, pengembang pendidikan dan banyak lagi. Dan beberpa komunitas yang ditolak dan contra seperti : Komunitas Guy,Lesbi dan lainnya yang tidak disebut satu persatu.


Pada dasarnya komunitas yang dterima dan ditolak adalah bentuk dari sikap dan perbuatan dalam masyarakat urban, biasanya komunitas yang diterima dianggap tidak menjadi ancaman terhadap lingkungan dan membawa perubahan yang positif terhadap lingkungan hidup, penolakan dikarenakan dianggap membawa celah dan terkadang menjadi ancaman kemudian tingkah yang diluar akal sehat.

Hadirnya  teknologi baru dengan ragamnya fitur media sangat cepat mendapatkan informasi kemudian ketika penerima pesan mengartikannya sesuai interprestasinya tanpa adanya landasan teori ilmiah, social budaya dapat mengubah pemaknaan dari informasi tersebut sehingga memunculkan sikap dan tingkah laku yang berdampak negatif, atau salah jalur. Kemudian bila memang penerima pesannya memiliki interprestasi yang disertai dengan ilmiah, logika berpikir, dan juga peduli lingkungan maka arahnya akan berdampak positif.

Persoalan masyarakat urban memang tidak ada habisnya namun untuk membuat komunitas-komunitas yang hadir dalam masyarakat urban dapat berprilaku baik atau menjaga sikap/atitut salah satu upaya kita semua dalam lingkungan kita dan sangat berarti buat generasi baru yang akan melanjutkan perkembangan bangsa kita, dan tidak lepas dari kontrol pemerintah yang harus menjaga keaneka raganam etnis dan upaya untuk menyaring informasi yang dianggap akan berdampak negatif atau ancaman terhadap masyarakat urban. Semoga artikel ini bermanfaat salam POJOKNYANTAI