Showing posts with label BUDAYA. Show all posts
Showing posts with label BUDAYA. Show all posts

Saturday, July 6, 2019

Kunjungi Museum Wayang Jakarta Untuk Menambah Wawasan

Museum Wayang Jakarta

Pada awalnya bangunan yang digunakan oleh museum ini bernama De Oude Hollandsche Kerk atau Gereja Lama Belanda dan konon ceritanaya gereja tersebut dibangun pertamakali pada tahun 1640. Kemudian pada Tahun 1732 sempat diperbaiki dan bergantilah namanya menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk atau Gereja Baru Belanda, Bangunan ini bertahan hingga tahun 1808 kemudian hancur akibat gempa bumi yang terjadi pada tahun yang sama. Di lokasi bekas reruntuhan itulah dibangun sebuah gedung yang kini disebut sebagai gedung museum wayang dan kemudian diresmikan pemakaiannya dan peruntukkannya sebagai museum pada tanggal 13 Agustus 1975.
Namanya juga museum wayang pastinya museum ini memiliki berbagai macam jenis wayang baik jenis wayang indonesia dan berbagai macam koleksi wayang, boneka dari manca negara. Kalau kamu berkunjung ke museum ini kamu akan mengenal dan melihat koleksi wayang kulit, wayang golek, koleksi wayang dan boneka dari negara negara tetangga seperti seperti Malaysia, Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, Perancis, India dan Kamboja, termasuk juga koleksi set gamelan dan juga lukisan wayang.
Prasasti Museum Wayang

Pertama kali masuk museum ini, kalian akan terpesona. Rapi dan bersih sekali tempat ini. Ada lorong kecil menuju ke dalam museum dan di dinding kanan dan kiri terdapat display kaca beberapa wayang golek dengan penokohan wayang dari cerita Mahabarata dan Ramayana.
Di tiap display ada beberapa penjelasan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Naik ke lantai dua, kita akan melihat-lihat lebih banyak wayang kulit dibandingkan dengan di lantai satu beberapa wayang yang dipajang adalah beberapa tokoh utama kisah Mahabarata dan Ramayana seperti Krisna, Rama, Rahwana, Arjuna dan saudara-saudaranya.
selanjutnya di lantai dua ada beberapa tempat yang bisa dilihat. Mulai dari wayang tokoh ternama seperti Rama, Rahwana, Bima, dan lainnya, hingga ke bentuk-bentuk dari wayang mulau dari badang, kepala hingga kaki. berbagai model dan bentuk badan wayang ini tercetak di lantai. Selain koleksi tetnang perwayangan di dalam museum ini kamu juga bisa melihat lihat koleksi piring sebagai tanda batu nisan Jan Pieterszoon Coen. dan juga sebuah teater wayang serta workshop tentang pembuatan wayangsecara berkala juga diselenggarakan di Museum ini.
Jadi menurut saya cukup menarik untuk kamu berkunjung untuk menambah wawasan kamu tetnag dunia pewayangan . Museum ini buka sestiap hari kecuali hari senin dari jam 09:00 pagi hingga jam 15:00 sore, untuk hari sabtu dan minggu tutup jam 20:00, jadi jangan berkunjung ke museum ini pada hari senin ya. Museum ini masih berada dalam kawasan wisata kota tua dan tentunya areanya sangat berdekatan dengan Jakarta History Museum, tepatnya berada di Jl. Pintu Besar Utara No.27, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110.

Surat Menyurat Memiliki Kesan Tersendiri

Surat Menyurat-POJOKNYANTAI
Kita semua mungkin sudah tidak asing lagi dengan surat-menyurat, bahkan tak jarang pula menggunakannya sebagai sarana untuk berkomunikasi kepada orang lain. Baik surat yang bersifat formal ataupun nonformal.

Ya, surat merupakan salah satu media komunikasi yang sampai saat ini masih digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dari satu orang ke orang lainnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, surat berarti kertas yang bertulis atau secarik kertas sebagai tanda atau keterangan sesuatu yang ditulis. Sedangkan surat-menyurat adalah kegiatan untuk mengadakan hubungan secara terus-menerus. Umumnya, surat biasa digunakan untuk menjalin hubungan secara luas, memberikan ucapan selamat ulang tahun, atau sekadar tukar-menukar pengalaman dan pengetahuan.

Jauh sebelum ditemukannya kertas, orang menulis surat pada daun pelepah pohon atau kulit binatang. Kegiatan surat-menyurat pertama kali dimulai di Mesir pada 2000 SM. Saat itu surat ditulis pada sebuah mangkuk atau kain linen, kemudian di bungkus dengan kain, kulit binatang, atau sayuran untuk dikirim. Sedangkan di Indonesia sendiri, tradisi surat-menyurat sudah ada sejak zaman kerajaan. Surat di tulis di atas batu, kayu, atau kertas yang terbuat dari kulit bambu. Tradisi menulis surat semakin berkembang pesat ketika Belanda datang ke Indonesia.

Namun, seiring berjalannya waktu kegiatan berkirim surat semakin jarang ditemukan atau usang. Terabaikan. Manusia di era modern seolah sudah ‘muak’ berhadapan dengan kertas. Menulis surat dianggap sebagai hal yang tidak efektif di zaman yang serba cepat dan instan. Bersosialisasi jauh lebih mudah menggunakan internet dengan fasilitas jejaring sosial media seperti facebook, twitter, instagram dan semacamnya. Jika dulu, ketika masih duduk di sekolah dasar kita pernah merasakan punya sahabat pena lewat berkirim surat, kebiasaan seperti ini justru akan menjadi sesuatu yang tabu dan asing pada masa sekarang.

Buat apa repot-repot menulis surat pada lembaran kertas? Toh, sekarang kita bisa lebih mudah bertukar pesan lewat smartphone pakai email, sms dan media sosial. Informasi bisa langsung dengan cepat tersebar, kan?”

Salah besar. Menulis di atas sebuah kertas memang terkesan kuno, tapi memiliki kesan tersendiri. Membuat kita lebih banyak berpikir mengenai apa yang hendak kita sampaikan supaya kita tidak perlu menulis kembali jika terdapat kesalahan. Memilih secara hati-hati kata apa yang akan kita gunakan agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Kita juga bisa leluasa mengekspresikan seluruh isi hati yang tidak bisa diucapkan oleh lisan tanpa harus takut dengan reaksi yang nantinya akan kita dapat. Belum lagi, perasaan ‘deg-degan’ yang kerap menghampiri ketika menunggu dan menerima surat datang. Manfaat lain menulis surat adalah bisa dengan mudah kita simpan kalau ingin membacanya kembali di lain waktu.

Sangat berbeda saat kita menulis pesan di media sosial atau aplikasi chatting. Orang cenderung akan langsung menulis apa yang ingin ia utarakan tanpa berpikir. Tulisan tersebut justru menjadi kurang makna ketika terpampang di layar ponsel, yang terkadang disingkat dan tidak disenyawai oleh jiwa penulisnya. Bahkan ada yang kadang kala lebih memilih berbicara langsung untuk mengutarakan isi hatinya kepada lawan bicara. Hal ini bisa membawa dampak yang kurang baik, karena ketika seseorang berbicara spontan tentang isi hatinya, ia cenderung tidak menyaring terlebih dahulu kata apa yang akan ia lontarkan dan dapat menimbulkan kesalahpahaman.

Kemajuan teknologi di bidang komunikasi memang tidak perlu diragukan, hingga mampu membuat seseorang dengan cepat ‘berpindah hati’ kepada hal-hal baru guna mengikuti perkembangan zaman dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seolah seperti mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Kondisi seperti ini tentu tidak bisa disalahkan. Hanya saja kita harus memahami, bahwa ketika menemukan sesuatu yang baru tidak berarti harus melupakan sesuatu lainnya.

Era globalisasi yang ditandai dengan semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi, suatu saat nanti mampu membuat pesona sang surat memudar. Menurunnya minat untuk menulis dan hilangnya sentuhan imajinasi juga ekspresi emosional adalah hal yang sedang dihadapi masyarakat saat ini. Tidak menutup kemungkinan, surat secara perlahan hanya akan menjadi sekadar bentuk formalitas semata. Punah. Tinggal kenangan. 

Penulis :Kirana Putri Ersapranu


Friday, May 17, 2019

Festival budaya unik nasional paling ditunggu

Pict.Doc.http:ulinulin.com

Sering kita bepergian kesuatu daerah dinegeri ini untuk keperluan yang berbeda baik sedang kunjungan wisata, kunjungan family,  kunjungan tugas/Dinas atau sedang urusan bisnis. Namun pastinya kita selalu meluangkan waktu untuk mengetahui kondisi lingkungan suatu tempat.

Menariknya dari suatu daerah tentu menjadi bahan cerita kita kelak, setidaknya pernah berbagi pengalaman buat teman yang lain, saat kunjungan kesuatu daerah kita selalu menilai dari apa yang kita lihat dan rasakan.

Namun sangat mengesankan jika kita berada disuatu tempat bila mana berketepatan ada acara yang sangat meriah karena moment tersebut ditunggu-tungu banyak orang dan kita salah satunya yang beruntung bila berketepatan dengan kunjungan kita. Beberapa acara yang ditunggu momennya secara nasional seperti acara budaya, festival tahunan, acara ini sering menjadi incaran para wisatawan dan traveler.

Biasanya acara budaya berbaur atau di blend dengan festival menjadi salah satu accara yang sangat menarik, dan acara seperti ini banyak ditunggu-tunggu para wisatawan mancanegara dan domestik.
Bila menelusuri arti Festival secara harfiah Festival berasal dari bahasa inggris “festa” yang artinya pesta besar besaran, biasanya untuk membuat lebih meriah dan dalam acara Festival sering mengadakan lomba.
Saat kita berkunjung ke suatu daerah penting sekali untuk mengetahui acara atau festival disuatu daerah, nah dibawah ini beberapa Festival budaya nasionalyang unik untuk dihadiri:

Festival DANAU TOBA : Festival ini hasil gagasan dari Kemenparekraf bekerja sama dengan Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara, yang menggantikan Pesta danau toba, dalam acara ini menampilkan keunikan tari dan boneka kayu sigalegale yang sangat khas.
Pict.Dok.Merdeka.com

Festival LOMPAT BATU : Acara ini adalah olahraga tradisonal Nias yang sekalian merupakan acara ritual dimana pemuda nias mendapatkan status jika mampu melewati batu Nias dengan melompat, dalam acara ini para pemuda diwajibkan ikut serta layaknya wajib militer di beberapa negara seperti Amerika serikat, biasanya mengenakan pakean juang Nias sehingga dapat diasumsikan mereka siap tempur dan berstatus dewasa.

Pict.dok.negerikuindonesia.com
Festival LEMBAH BALIEM : Festival ini menarik sidebabkan diawali dari perang suku yang terjadi di lembah baliem dan saat ini masih berlangsung. Festival Lembah Baliem merupakan acara perang antarsuku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. 
Pict.dok.1001indosesia.net
Festival KERTANEGARA : Festival ini mengangkat uniknya budaya kesenian karangasem, walaupun banyak ragam kesenian di Bali namun salah satu yang kita jumpai di Karangasem adalah cakepung yaitu kesenian pentas pantun bertutur, kemudian adalah keindahan objyek wisata karangasem seperti Pura Besakih, Desa Tenganan dan Tirtagangga.

Pict.doc.www.suaradewata.com
Festival KARAPAN SAPI : Karapan sapi merupakan balapan sapi yang diperlombakan di Pulau Madura, Jawa Timur. Sepasang sapi dan 1 orang joki yang ditarik menggunakan kreta kayu. Dan karapan sapi ini sudah sangat popular dan tropi yang diperbutkan juga bergengsi yaitu piala bergilir Presiden.

Pict.doc.beritagar.id
Festival GREBEG MAULUD YOGYAKARTA : Festival ini diadakan untuk memperingati hari kelahiran Maulid Nabi Muhammad SAW, yangunik diacara ini kita akan melihat gunungan yang diarak di tengah-tengah masyarakat, dan gunungan tersebut terbuat dari tumpukan sayur-sayuran dan hasil bumi lainnya yang bermaksud melambangkan kesuburan, kekayaan, kemakmuran mataram.

Pict.doc.mimbarliterasi.com
Festival BAHARI NUHANERA : Festival ini berlangsung di kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur  merupakan acara yang terangkai yakni dari pentas seni, lomba dayung perahu tradisional, mincing mania, renang teluk, motor laut, parade perahu, dan diikuti dari 14 desa pesisir teluk Pajengga.

Pict.doc.http:www.kalamanthana.com
Festival BUDAYA TUA BUTON : Festival ini diadakan di Buton Sulawesi Tenggara, dan salah satu acara yang masuk dalam agenda pemerintahan Kab.Buton, uniknya acara ini adalah Pada perayaan ini diselenggarakan pedole-dole yaitu kebiasaan imunisasi khas orang Buton yang melayani ratusan bayi, pekande-kande yaitu makan besar bersama masyarakat Buton yang di situ disediakan sebanyak dua ribu talang berisi aneka makanan khas Buton, posuo adalah ritual pingitan untuk gadis Buton, dan Posuo pribadi selalu menyerap biaya yang mahal. Oleh karena itu Pemerintah Daerah memfasilitasi posuo massal untuk meringankan beban warganya sekaligus melestarikan adat kebiasaan tua Buton.

Pict.Doc.http:ulinulin.com
Itulah beberapa acara festival budaya yang unik secara nasional dan penting kita ketahui bahwa  acara festival banyak membawa dampak positif terhadap suatu daerah terutama di sektor ekonomi parawisata kemudian para pengunjung sangat tertarik karena hal ini memberi pengetahuan budaya yang bernilai baik informatif, edukasi dan tak kalah pentingnya juga fun atau senang. Semoga artikel ini member wawasan baru kepada kita, salam POJOK NYANTAI

Friday, August 10, 2018

Dampak Positif Dari Budaya Membaca Buku


Pict : Putri Fairuz

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu mengalami perkembangan dalam hal pengetahuan,sebab pada dasarnya manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya karena dikaruniai akal atau budi, dan sudah sewajarnya jika manusia selalu pingin tau dan membudayakan bertanya untuk menambah wawasan tiap hari.

Sejak munculnya tulisan dan dapat dibuat menjadi bentuk buku maka setiap pengalaman beberapa orang yang dianggap penting dan bermanfaat buat umat manusia dituangkan dalam bentuk buku, dan atas dasar ini lah orang membuat istilah buku adalah jendela dunia dikarenakan dengan membaca buku wawasan kita akan semakin bertambah. Membaca juga dapat meningkatkan kualitas hidup manusia serta menjauhkan diri dari jurang kebodohan.

Buku sendiri merupakan kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Buku ini memiliki beberapa jenis, yaitu: novel, majalah, kamus, komik, ensiklopedia, kitab suci, biografi dan naskah.

Jika menelusuri beberapa sumber bahwa buku muncul pertama kali di Mesir pada tahun 2400-an SM setelah orang Mesir menciptakan kertas papirus. Kertas papirus ini berisi tulisan yang digulung. Beberapa pendapat mengatakan buku sudah ada sejak zaman Sang Budha di Kamboja karena pada saat itu Sang Budha menuliskan wahyunya di atas daun dan kemudian membacanya berulang-ulang. Berabad-abad kemudian di Tiongkok, para cendekiawan menuliskan ilmu-ilmunya di atas lidi yang diikatkan menjadi satu. Hal tersebut memengaruhi sistem penulisan di Tiongkok yang huruf-hurufnya ditulis secara vertical yaitu dari atas ke bawah.

Buku yang terbuat dari kertas baru ada setelah tiongkok berhasil menciptakan kertas pada tahun 200-an SM dari bahan dasar bambu ditemukan oleh Tsai Lun. Kertas membawa banyak perubahan pada dunia. Dan pada awal abad ke -11 di Eropa industri kertas bertambah maju. Apalagi setelah diciptakannya mesin cetak oleh Gutenberg perkembangan dan penyebaran buku mengalami revolusi

Namun faktanya saat ini budaya membaca sangatlah minim dan Masih banyak orang yang malas membaca buku, padahal sudah sangat jelas diuraikan seperti diatas membaca adalah sumber untuk mengetahui banyak hal sehingga membudayakan membaca adalah salah satu kegiatan untuk memperkaya wawasan.

            Saat ini orang sudah lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget terutama para pelajar, dan bahkan disetiap tempat orang sudah jarang membaca buku, dan memang benar digadget dapat juga membaca, namun kebanyakan orang membaca di sosial media yang menyebarkan issu yang tidak akurat, sehingga sering terjadi pemaknaan-pemaknaan yang salah, baca juga “Sosial Media Mempengaruhi TingkahLaku Manusia” Kemudian jika melihat pasar buku atau toko-toko buku dapat kita lihat kurangnya kunjungan masyarakat dan juga minat membeli, maka tidak heran jika saat ini industri percetakan kita mengalami penurunan omset, dan untuk aplikasi buku online juga tidak begitu banyak sebab beberapa aplikasi hanya di download beberapa puluhan  ribu orang yang jika  berbanding totalitas jumlah penduduk kita juga menunjukkan angka yang masih minim, Padahal jika kita banyak membaca juga dapat mempengaruhi kita dan memiliki makna yang positif, dibawah ini saya coba utarakan beberapa dampak positif yang dapat mempengaruhi kehidupan yang membudayakan membaca:

Membaca membuatmu lebih pintar dan membuat daya ingat lebih baik
Membaca dapat  meningkatkan fungsi memori kita. Itu berarti otak kita akan aktif lebih lama seiring dengan bertambahnya usia dan menjauhkan kita dari risiko hilangnya memori, demensia, dan penyakit lain seperti alzheimer.

Membaca dapat membantu mengurangi ketergantungan pada gadget
Dengan budaya membaca kita akan lupa dengan smartphone, update media sosial, laptop, untuk sementara. Pada usia dini baik pelajar yang ketergantungan dengan teknologi cenderung mengarah pada stres, depresi, dan kelelahan.

Membaca dapat membantu mengurangi stres
Membaca dapat membuatu kita menghiraukan dunia sekitar untuk sementara. kita mungkin tidak peduli dengan kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita karena asik membaca. dengan membudayakan membaca  telah dibuktikan melalui penelitian bahwa mampu mengurangi stres walaupun hanya membaca 6 menit perhari.

Membaca dapat membantu tidur lebih nyenyak
American Academy of Pediatrics pada penelitiannya mengungkapkan bahwa menghabiskan waktu sebelum tidur sambil bermain gadget seperti handphone dan laptop cenderung akan memberi dampak negatif pada tidur kita, dan mengurangi durasi tidur kita. Membaca buku sebelum tidur justru membantu kamu beristirahat. Dengan menjadikan membaca buku sebelum tidur sebagai kebiasaan, ini bisa menjadi sinyal atau respon ke otak bahwa sudah waktunya untuk tidur.

Membaca meningkatkan konsentrasi
Pemberitahuan dari berbagai media sosial yang sangat mengganggu dapat membuatmu gagal fokus dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Membaca membantu kamu berkonsentrasi dan meningkatkan fokus. Dengan membaca 20 menit perhari, kamu akan melatih otak untuk tetap fokus untuk waktu yang cukup lama.

Membaca dapat meningkatkan kreatifitas
Membaca mendorong kita untuk memahami plot, atau argumen yang diajukan dan membantu kita untuk menguraikan apa yang berhasil dan apa yang tidak. Membaca dan memutuskan apakah artikel itu ditulis dengan baik, atau apakah kita setuju dengan apa yang dikatakan, atau apakah kita menikmati karakter tertentu, membantu kita untuk lebih kreatif dalam hidup kita sendiri karena meningkatkan fungsi otak dan kognisi.

Membaca membantu kita dalam pencapaian karakter
Membaca membantu kita untuk memahami kenapa kita setuju atau tidak setuju dengan sebuah karakter, atau sebuah sudut pandang. Hal itu bukan hanya membuat kita lebih pintar, menjadi pribadi yang lebih berempati, tapi juga menjadi seseorang yang memahami persepsi kita sendiri.

Membaca membantu kita berkomunikasi lebih baik
Membaca akan meningkatkan jumlah kosakata yang kita kuasai akan membantu kita untuk berkomunikasi dengan lebih baik. Orang yang gemar membaca memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan apa yang mereka rasakan, dan pastinya membuat orang yang diajak berkomunikasi memahami apa poin yang ingin kita tuju.

Itulah beberapa manfaat atau dampak positif budaya membaca, semoga artikel ini bermanfaat. salam POJOK_NYANTAI
Ref: Putri Fairuz dan berbagai sumber.

Wednesday, May 23, 2018

Berpakaian Cermin dari Pribadi Dan Salah Satu Bentuk Komunikasi


pojoknyantai.blogspot.com

Berpakaian merupakan cermin dari pribadi setiap orang dan juga cermin dari era, pada dasarnya berpakaian adalah bagian dari kebutuhan primer mengingat pakaian adalah pelindung untuk tubuh kita sehingga kita dapat hangat dan terjaga dari kuman, penyakit dan berpakaian adalah salah satu budaya sopan sebab tidak ada manusia yang mau telanjang.

Dalam sebuah buku karangan ElizabethRouseUnderstanding Fashion” (BPS Profesionla Book 1989) menyebutkan bahwa pakaian itu sama fungsinya dengan bulu pada hewan, jika menyimaknya berarti disana sangat jelas funsi pakaian itu di benak kita,  namun dalam buku tersebut juga menyebutkan bahwa dapat juga menarik perhatian, untuk hewan bulu dapat menarik perhatian sibetina, namun dalam kehidupan manusia benar atau tidaknya bahwa sebagian besar wanitalah yang bersolek dan berpakaian  menarik untuk memikat hati para lelaki. Kemudian Elizabeth Wilson dan Lou Taylor, secara psikologi mengatakan bahwa pemilihan pakaian sebenarnya “didiktekan” pada seseorang oleh keinginan dari alam bawah sadarnya terhadap lawan jenis. Karenanya sebagian besar fakta dalam sejarah evolusi masnusia menunjukkan, bahwa pria memilih pasangannya karena ketertarikannya pada wanita. Sementara wanita memilih pasangannya karena kemampuan si pria untuk melindungi keluarganya. Makanya, dalam sjarah busana, pakaian wanita berkembang dari prinsip yang berdaya pikat, sedangkan busana pria pada sisi keamanan dan sifat praktis di lapangan, yang menunjukkan status social mereka. Itulah proses yang berkembang dari sifat zirah di medan perang hingga setelan jas di gedung-gedung perkantoran.

Berpakaianpun salah satu bentuk komunikasi, sangat jelas kita tau saat ini bila mengamati aktivitas dan berbicara profesi sangatlah beragam dan ketika menyimak pendapat diatas maka bias juga berlawanan, contohnya ketika seorang atlet renang menggunakan pakaiannya tentu secara social ini sudah janggal, namun dikarenakan ini bagian dari aktivitas yang mereka jalani sehingga hal ini juga dapat diterima, jelas kita pahami bahwa menggunakan pakaian baju renang tersebut mampu berkomunikasi bahwa hal tersebut adalah profesi renang dan tidak ada kaitannya dengan pelanggaran etika dan norma. Dan contoh yang kedua bila kita melihat seorang wanita mengenakan pakaian polisi atau katakanlah Polwan, dalam benakk kita juga lansung menerima bahwa wanita dapat juga menggunakan celana ala pria, nah dalam persoalan diatas maka kita dapat menyimpulkan bahwa pakaian mampu berkomunikasi, dan juga lebih jelasnya secara tanda, pakaian juga mampu berbicara ketika pakaian adat di gunakan dan secara spontan kita langsung dapat mengidentifikasi dan  menyimpulkan asal daerahnya.

Seiring dengan perkembangan jaman atau budaya urban saat ini,  fesyen/pakaian juga sudah bagian terpenting dan trlibat dalam aktivitas sehari-hari sehingga banyak dari kita yang tiap kali berpakaian mempertanyakan dalam hati pantas atau tidak kita menggunakannya, nah untuk itu kita sudah dapat menjawabnya yaitu kembali kepersoalan Sosial, Aktivitas sehingga kita menempatkan fungsinya dengan tepat. Nah buat sahabat pembaca semoga artikel ini bermanfaat, salam POJOK_NYANTAI


Sunday, October 22, 2017

Pertunjukan Reog Ponorogo Di Kota Tua Menjadi Objek fotografi


Photo By : Rahmi

Human interest mungkin menjadi bagian koleksi yang sering kita jumpai. Bagi kalangan fotografer membuat photo human interest menjadi salah satu koleksi yang dikagumi. Teknik yang menggambarkan kehidupan pribadi manusia atau interaksi manusia, serta ekspresi emosional maupun suatu pekerjaan. Namun, dalam mengambil foto tersebut, kita harus memiliki feel dan kejelian dalam melihat moment, maka hasil karya tersebut akan menjadi sesuatu yang berharga.
            Seorang seniman jalanan di kawasan Kota Tua pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017 menjadi sala satu moment yang saya abadikan. Para seniman yang menunjukkan beberapa aksinya menjadi tontonan pengunjung Kota Tua. Memberi hiburan untuk menarik perhatian kami. Dari banyaknya atraksi yang ditujukkan oleh senima tersebut, merupakan atraksi budaya penari Reog Ponorogo. Sebelum para penari menunjukkan aksinya, beberapa aksi lain ditunjukkan sebagai pembukaannya. Atraksi tariannya pun tak hanya satu bagian saja. Melainkan ada 3 pembukaan terlebih dahulu yang akan disajikan.
            Salah satu aksi tersebut, yaitu ketika orang dewasa melompati anak kecil yang berdiri dengan badan yang sedikit dibungkukkan. Setelah itu, barulah penari Reong menunjukkan aksi mereka. Pertujukan belum selesai sampai di sini. Masih ada bagian terakhir yang akan disajikan. Penutup inilah yang menjadi bagian yang paling seru, serta sangat kental dengan aroma magis dan ilmu kebatinan.
            Dalam artikel detiktravel menjelaskan bahawa untuk alur cerita Reog Ponorogo ada sejumlah versi. Namun, alur cerita Reoang Ponorogo yang menjadi resmi adalah kisah Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Rafil Kuning. Di tengah perjalanan dia yang berangkat bersama walinya yaitu Bujang Anom dicegat pasukannya, yang meliputi merak dan singa. Sedangkan Raja Ponorogo bersama wakilnya rupanya memiliki pengawal kuat.
Photo By : Rahmi
            Pengawal Raja Ponorogo yang dikenal dengan sebutan Work ini, disebut-sebut begitu sakti. Work punya ilmu hitam yang diyakini mematikan. Tarian Reog pun menggambarkan peperangan antara Kerajaan Ponorogo dan Kerajaan Kediri dengan mengadu ilmu hitam antara keduanya. Tarian Reog pun kental dengan suasan yang mistis. Dalam pertunjukan sering kita lihat para penari pentas dalam keadaan kesurupan. (artikel detiktravel).
            Pada kawasan Kota Tua yang yang sering disebut KOTU merupakan tempat yang kaya akan tempat wisata. Namun, KOTU juga merupakan tempat yang kaya akan seniman. Para seniman yang menunjukan karyanya masing-masing. Sehingga saya sebagai pengunjung KOTU tidak mau kehilangkan kesempatan itu, dalam mengabadikan karya seni atau budaya yang tidak pernah saya temui.

            Salah satunya ialah seni pertujukan tari Reong Ponogoro yang telah dijelaskan di atas. Dalam mengabadikan memonet tersebut, tidak hanya tentang kejelian kita dalam melihat moment. Akan tetap, kita juga harus memiliki konsep, memperhatikan komposisi, lighting, dan setting kamera yang benar serta teknik lainnya seperti freezing. Sehingga moment tersebut memiliki daya tarik dan berharga.(Penulis : Rahmi/PNB3C/2017)

Tuesday, August 8, 2017

Beberapa Jenis Baju Adat Jawa yang Masih Populer Sampai Saat Ini


Baju Adat Jawa merupakan pakaian tradisional dari Jawa yang biasa dipakai oleh orang – orang jawa jaman dahulu sebelum terciptanya baju – baju modern yang saat ini sudah berkembang dipasaran. Namun dengan berbagai inovasi yang dilakukan oleh desainer, beberapa jenis pakaian tradisional Jawa ini masih tetap menjadi trend lho.
Pesona yang ditampilkan oleh  Baju Adat Jawa memang tak kalah menarik dengan baju – banju yang gaul saat ini, nah, berikut beberapa jenis pakaian tradisional Jawa yang masih populan hingga saat ini:

 Kebaya


Kebaya merupakan salah satu pakaian tradisional dari Jawa yang masih trend hingga sekarang dan sering dipakai untuk menghadiri acara-acara resmi. Kebaya mempunyai ciri khas dan nilai modis tersendiri untuk para pemakainya. Seiring dengan berkembangan zaman pun kebaya makin berinovasi menyesuaikan dengan zaman modern ini. Hal inilah yang membuat kebaya masih mendapatkan ruang dihati para pemakai hingga saat ini. Bahkan artis hingga Miss Universe pun juga tak jarang memakai baju tradisional jawa yang satu ini.

 Batik

Siapa sih yang tidak kenal dengan batik, jika anda orang Indonesia, tentunya sudah tak asing lagi dengan batik. Busana tradisional Jawa yang satu ini seakan menjadi salah satu ikon khas bagi Indonesia. Bahkan tak sedikit dari masyarakat luar negri pun yang terpesona dengan motif yang khas buatan tangan dari jawa ini. Para desainer Indonesia pun terus berlomba – lomba untuk mengembangkan fashion batik dan juga mengenalkannya hingga ke mancanegara. Hal inilah yang membuat batik masih menjadi trend dan primadona bagi masyarakat Indonesia hingga saat ini.

 Busana Kejawen

Busana kejawen atau sering juga disebut jawi jangkep biasanya dipakai saat ada acara resepsi dengan nuansa adat jawa. Busana kejawen ini juga dipercaya dapat menambah kadar kejantan dan kecantinkan seseorang, sehingga busana ini juga menjadi daya tarik bagi para turis mancanegara untuk mencoba mengenakan pakian tradisional Jawa ini. Nuansa Jawa akan semakin terasa kental mendominasi dengan ditambahannya keris bagi laki-laki dan konde bagi perempuan.

 Basahan


Basahan merupakan pakaian adat jawa bagi wanita yang pada umumnya dikenakan pada saat upacara pernikahan dengan nuansa adat kreaton. Pakaian adat Jawa yang satu ini juga masih menjadi trend hingga sekarang, hal ini dibuktikan dengan masih sering tampilnya busana ini saat upacara penikahan dengan tema adat jawa yang tak jarang dilakukan oleh beberapa artis Indonesia yang mempunyai garis keturunan dari Jawa.
Nah, itulah beberapa jenis Baju Adat Jawa yang masih menjadi trend hingga saat ini. Jadi sobat jangan malu mengenakannya ya, jangan sampai anak cucu kita hanya tinggal mendengar ceritanya saja.



Cerita Dibalik Tumpeng Robyong dalam Adat Jawa


Tumpeng Robyong merupakan tumpeng yang biasa dihadirkan dalam upacara khitanan, hajatan yang sifatanya bersuka cita dalam adat jawa. Tumpeng ini memiliki ciri khas yakni adanya terlur ayam, bawang merah utuh, cabai merah, dan terasi bakar diujung tumpeng yang semuanya ditusuk seperti sate dengan menggunakan bilah dari bambu atau biasa disebut sujen.
Tumpeng Robyong juga sering digunakan dalam acara siraman saat pernikahan adat jawa. Biasanya tumpeng ini ditaruh dalam bakul dengan bermacam - macam sayuran. Dan di bagian atas tumpeng ini tentu tidak lupa  ditambahkan telur ayam, terasi, bawang merah dan juga cabe.
Tumpeng ini digunakan sebagai simbol keselamatan, kesuburan dan kesejahteraan. Tumpeng yang bentuknya seperti gunung ini menggambarkan kemakmuran yang sejati. Aliran air dari gunung akan dapat  menghidupi tumbuh - tumbuhan. Nah, tumbuhan yang dibentuk ribyong ini biasa disebut semi atau semen, yang maknanya hidup dan tumbuh berkembang.
Nasi yang dibentuk kerucut dan dinamakan tumpeng ini sebernya mengandung banyak makna. Bentuk kerucut ini menyimbulkan gunung yang dalam kepercayaan Jawa sering diidentikkan dengan tempat yang maha tinggi, dan tempatnya penguasa alam bertahta, dan tempat kemuliaan Allah.
Dalam kepercayaan orang Jawa, gunung adalah tempat yang sakral sebab dipercayai memiliki kaitan yang erat dengan langit dan surga. Bentuk dari tumpeng yang layaknya gunung ini, dalam tradisi Jawa mengandung makna yaitu menempatkan Allah pada posisi puncak, tertinggi, dan yang menguasai alam dan manusia.
Bentuk kerucut dari tumpeng ini juga menggambarkan bahwasannya Allah adalah awal dan akhir.  Masyarakat Jawa sering menyebut-Nya dengan Sang Sangkan Paraning Dumadi maknanya yaitu bahwa Allah adalah asal segala ciptaan dan tujuan akhir dari segala ciptaan. Tumpeng juga digunakan sebagai simbolisai dari sifat alam dan manusia yang berasal dari sang Khaliq dan suatu saat juga akan kembali kepada-Nya. Bentuk tumpeng ini juga disimbolkan seperti tangan terkatup, sama seperti saat seseorang yang sedang menyembah, hal ini juga untuk menggambarkan bahwa Allah adalah dzat yang patut disembah dan dimuliakan.
Dalam tradisi selametan yang sering dilakukan orang Jawa, puncak acaranya yaitu saat pemotongan bagian atas dari tumpeng. Pemotongan ini pun  pada umumya dilakukan oleh orang yang paling dituakan atau dihormati. Hal ini menyimbolkan bahwa masyarakat Jawa sangat memegang teguh nilai - nilai kekeluargaan dan menggambarkan bahwa orang tua merupakan figur yang sangat dihormati.
Setelah itu, tumpeng disantap secara bersama - sama. Upacara potong tumpeng ini dilakukan sebagai rasa syukur kepada Tuhan dan sekaligus ungkapan atau ajaran hidup mengenai pentingnya kebersamaan dan kerukunan.

Waah, ternyata banyak sekali ya makna yang terkandung dalam Tumpeng Robyong ini. Jangan lupa untuk melestarikannya ya sob.