Tips komposisi framing dan keuntungan dalam fotografi

Framing-Pict. doc.iphonephotogrphyschool.com
Di dunia fotografi tidak sedikit fotografer apalagi yang masih baru belajar fotografi melupakan tentang komposisi. Mereka lebih terpaku pada hal-hal teknis seperti setingan kamera dll. Mereka seolah tidak peduli bahwa fotografi tidak hanya soal teknis, padahal ada banyak hal yang dapat membuat foto lebih menarik.

Komposisi framing dalam fotografi salah satu contohnya. Mungkin belum pernah membayangkan, bahwa dengan pengaturan komposisi sesungguhnya dapat ditonjolkan subjek utama. Bahkan tidak jarang akan mendukung keberhasilan foto-foto yang kita buat.
Seperti yang kita ketahui, fotografer dengan kamera secanggih apapun jika tidak optimal dalam mengkomposisi fotonya, hasilnya akan biasa saja. Namun sebaliknya, jika kameranya biasa saja tapi fotografernya bisa menghasilkan foto dengan komposisi yang baik tentu akan lebih menghasilkan foto berdimensi enak dipadang mata pemirsa.

Dan tidak ada salahnya juga jika kedua hal tersebut dimiliki, kamera canggih dan pengetahuan yang baik tentang komposisi dalam fotografi. Sekedar mengulang untuk pengingat, komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menyusun elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, bentuk, warna, terang dan gelap.

Framing menjadi salah satu komposisi fotografi yang populer digunakan baik dalam fotografi landscape maupun fotografi lainnya. Secara arti komposisi framing bisa diartikan membingkai object POI ( Point Of Interest ) dengan elemen yang ada disekitar.

Framing merupakan teknik bagaimana mengarahkan perhatian seseorang kepada subyek foto dengan membatasi elemen-elemen foto yang lain menggunakan sesuatu yang mengelilingi elemen Focal Point. Dengan komposisi framing, dapat menambah kesan dimensi dalam foto karena ada lapisan yang dibentuk antara frame dengan Focal Point sehingga secara visual lebih menarik. Selain itu, dengan membuat elemen lain mengisolasi subyek utama, dapat menuntun mata dan perhatian orang yang melihat foto kearah subyek utama tadi.

Keuntungan Framing


Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan melakukan framing yaitu:
  • Memberikan konteks pada foto, karena framing akan memberikan kesan sebuah pembatasan dan pemahaman terhadap lingkungkan yang dipotret.
  • Memberikan kedalaman pada foto, karena framing biasanya akan menempatkan sesuatu benda atau obyek pada foreground yang bisa memberikan dimensi pada foto.
  • Menuntun mata menuju ke Focal Point, karena framing berarti menutup ruang kosong dan memaksa mata menuju ke arah Focal Point yang dipilih.
  • Menggugah rasa keingin tahuan Seseorang, terkadang ketertarikan pada apa yang tidak terlihat bisa jadi sama besarnya dengan apa yang terlihat. Penggunaan framing yang tepat bisa membuat penikmat foto berpikir, bahkan berimajinasi apa yang ada di belakang frame tersebut.

Tips Komposisi Framing

  1. Carilah angle yang berbeda – seringkali kita ingin memotret sebuah pemandangan yang sangat populer, dan tentunya kebanyakan orang akan mengambil gambar tersebut dari sudut yang sama saja. Untuk bisa menjadi berbeda dengan yang lain, dan supaya foto kita jauh lebih keren dan tidak membosankan, kita harus membedakan sudut pandang kita. Jadi, hal yang pertama kita harus lakukan adalah mencari angle yang lain. Mungkin hanya pindah beberapa meter ke samping, atau malah mundur dari angle yang sering dipakai oleh yang lain. Jangan lupa untuk mencari bagian dari alam ataupun arsitektur sekeliling yang dapat dijadikan framing agar foto kita lebih menarik dari yang lainnya.
  2. Jangan lupakan foreground- Ini sering terjadi, di mana fotografer terlalu memikirkan background dan object, sehingga lupa mengikutkan sebuah foreground. Foreground itu adalah object yang terletak di antara object dan fotografer. Foreground inilah yang dapat membantu menambahkan efek 3 dimensi dari sebuah foto. Tapi jangan sampai foreground nya itu terlalu dominan, dan mengambil perhatian dari objek utama. Gunakanlah foreground sebagai framing untuk membingkai object tersebut.
  3. Background itu penting – Inilah yang paling harus diperhatikan dari sebuah foto landscape. Background ini lah yang bisa mengatur mood atau feeling dari foto tersebut. Dalam foto landscape, biasanya background itu adalah langit atau awan. Untuk sebuah foto yang dramatis, langit yang berawan tentunya akan lebih bisa mencapai itu. Perhatikanlah agar background nya itu tidak mengganggu subject dari foto, tapi membingkainya agar mata kita langsung tertuju pada titik yang kita inginkan.
  4. Object tidak harus di tengah. Ingat rumus “rule of third”! – Jika menggunakan teknik framing/membingkai ini, sang fotografer akan cenderung untuk meletakkan objecte tersebut tepat di tengah foto. Namun, jangan abaikan “the rule of thirds”, yaitu menempatkan object di bagian 1/3 dari samping. Ini akan membantu untuk menjadikan foto kita lebih spesial, dan menangkap tujuan mata dari orang yang mengamati foto kita.
  5. Framing tapi tidak mengganggu dan dominan – Pastikan bahwa bingkai alami ini hanyalah pemeran dampingan, yang tugasnya adalah mendukung pemeran utama dari foto tersebut. Usahakan agar bingkai ini tidak mendominasi foto tersebut, dan biarkanlah object foto kita menjadi “hero” dari foto kita.
  6. Framing tidak harus menutupi sekeliling Focal Point, bisa jadi hanya satu atau dua sisi pada foto. yang menjadi pertanyaan penting  apakah dengan framing yang akan diambil bisa menonjolkan focal point atau malah sebaliknya? Terkadang aplikasi framing yang salah bisa menjadi sebuah pengalih perhatian bagi sebuah foto.
  7. Pertimbangkan juga apakah framing yang akan diaplikasikan terfokus atau tidak, dalam beberapa kasus frame yang blur bisa membangkitkan mood serta kedalaman pada sebuah foto (gunakan Aperture lebar).
  8. Frame yang terfokus dengan baik bisa membantu menambahkan konteks dalam foto (gunakan aperture kecil/sempit).
Penulis : Azen Inanto dan Dimas Nur Iskandar

0 Response to "Tips komposisi framing dan keuntungan dalam fotografi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel