MENYEIMBANGKAN PERILAKU DI MEDIA SOSIAL DAN DI DUNIA NYATA



Pic. Doc www.thejakartapost.com

Kepribadian merupakan cerminan dari apa yang kita peroleh setelah mendapat pengalaman dan pelajaran baik secara akademik dan non akademik, maka tidak heran mulai dari nenek moyang kita hingga saat ini selalu mengajarkan berperilaku baik dan sopan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dihormati, disayangi dalam lingkungan kita.

Negara kita ini sangatlah kental dengan kebudayaan dimana Indonesia terdiri dari ribuan suku dan pulau terbentang sepanjang nusantara yang memiliki keindahan panorama juga  kaya akan kebudayaan serta memiliki masyarakat bertutur kata sopan, ramah tama. Inilah yang selalu kita banggakan dan sampai sekarang adalah cermin kekayaan budaya kita.

Dan pada saat pergeseran era modern khususnya influs dari media sosial banyak membawa perubahan  dalam pribadi kita  yang berdampak kurang baik dilingkungan masyarakat, tidak heran sebab kita semua harus mengikuti perkembangan jaman dan juga kesibukan kita sehari-hari  karena tuntutan kebutuhan hidup, yang sudah pasti mempengaruhi tingkah laku kita. Tanpa disadari perubahan dalam diri kitapun semakin menjadi dan juga semakin bebas dikarenakan kurangnya filter dari dampak teknologi saat ini.

Dalam menyikapi perilaku di media sosial dan nyata Tidak heran jika saat ini interaksi kita lebih banyak di dunia maya ketimbang di dunia nyata, kita lebih mengenal orang didalam sosial media ketimbang kita langsung berkenalan dilingkungan masyarakat,  terkadang kita tidak tahu banyak tentang tetangga kita atau  tidak kenal ketimbang sahabat media sosial kita, bukan berarti salah namun jika kita sadari hal ini kurang meyakinkan karena banyak yang salah menempatkan dan menggunakannya, dan penting untuk bertanya, apakah interaksi dan komunkasi di dunia maya sama dengan dunia nyata??, tentu jawabannya ada pada pada diri kita masing-masing sesuai pengalaman kita.

Namun beberap hal aneh bisa terjadi dan sering kita tidak menyadari dilema tersebut, contohnya : ketika kita bepergian jarang orang menyapa kita dijalanan sebab mereka mayoritas selalu melihat gadget atau gawai yang mereka pegang, ini disebabkan orang saat ini sudah menyapa dari sosial media dan bahkan interaksi secara langsung sudah jarang terjadi atau dengan kata lain,  kurang peduli terhadap sekitarnya sehingga saat ini keramahan dan kesopanan di dunia nyata berkurang. Kemudian kita jarang menyadari bahwa saat didunia maya mereka sering memberikan like, senyum dan lainnya, tetapi kita tidak menyadari dikehidupan nyata apakah itu benar mereka berikan atau senyum tersebut dilemparkan kepada kita, dan tanpa disadari beberapa diantara sahabat sosial media kita tidaklah kita kenal. Dan juga beberapa hal lain sering terjadi, bila seseorang membuat postingan duka tidak jarang kita melihat sahabat media sosial kita memberi like, jika disadari orang berduka diberi like ini sangat aneh, dan banyak lagi hal-hal aneh yang sering terjadi.

Dan yang paling fatalnya adalah media sosial saat ini banyak digunakan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi yang salah dan menyesatkan, sehingga pengguna media sosial yang tidak paham gampang terpengaruh, karena minimnya pemahaman media/literasi media. Pengguna sosial media di Indonesia sudah tergolong  begitu banyak dan sudah sepatutnya kita menganjurkan kepada pengguna media sosial yang ada di tanah air tercinta ini untuk bijak menggunakannya, dan juga pemerintah tentu harus bekerja keras untuk memberikan pemahaman literasi media di lingkungan masyarakat dan juga membuat pengetahuan dasar tentang wawasan media di sekolahan. Sehingga dapat mendidik warga sejak dini.

Nah bila melihat  pengguna social media di Negara kita sangat banyak, bahkan diduania kita masuk peringkat tertinggi, coba kita simak pengguna Facebook dan Instagram dibawah ini :
Jumlah Pengguna facebook :

1. India : Sekitar 270 Juta Jiwa
2. Amerika : sekitar 240 Juta Jiwa
3. Indonesia : Sekitar 140 Juta Jiwa
4. Brazil : Sekitar 130 Juta Jiwa
5. Mexico : 85 Juta Jiwa

Nah melihat data tersebut, Negara kita masuk dalam peringkat nnomor tiga di dunia, sedangkan pengguna Istagram dapat kita simak dibawah ini  :
Jumlah Pengguna Istagram :

1. Amerika Serikat : Sekitar 120 Juta JIwa
2. Brazil : Sekitar 61 Juta Jiwa
3. India : Sekitar 59 Juta Jiwa
4. Indonesia : Sekitar 56 Juta Jiwa
5. Turki : Sekitar 34 Juta Jiwa

Dari 2 media diatas dapat kita simpulkan bahwa dengan jumlah pengguna sudah sangat jelas para pengguna harus terkontrol dengan benar, karena media sosial juga membawa dampak yang positif terhadap beberapa sektor,  seperti perekonomian misalnya, dikalangan pebisnis dan pedagang dengan adanya media sosial mereka semakin cepat menyebarkan produk atau brand juga dapat bernegoisasi di dunia maya, tentu sangat membantu tanpa ada batasan ruang dan waktu. Dengan jumlah pengguna sosial media yang sangat banyak ini dapat menciptakan segmen pasar sendiri dan mampu meningkatkan profit dengan cepat.

Dan kita selaku pengguna media sosial harus bijak dalam menggunakannya sehingga tidak lupa berinteraksi di dunia nyata, dan perlu untuk menyeimbangkan kegiatan kita di dunia maya dan nyata, supaya cerminan dari kebudayaan kita yang sudah turun temurun dari leluhur kita yaitu ramah, sopan dan satun selalu terjaga dan benar-benar kita lakukan. Semoga artikel ini bermanfaat salam POJOKNYANTAI

6 Responses to "MENYEIMBANGKAN PERILAKU DI MEDIA SOSIAL DAN DI DUNIA NYATA"

  1. Terimakasih atas informasinya ya gan

    ReplyDelete
  2. thanks atas infohnya gan, memang kita harus seimbang antara online dan ofline

    ReplyDelete
  3. Thanks juga kunjungannya gan...dan semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  4. Keren dan mantap gan, sebuah imfo skaligus tambah-tambah ilmu wawasan pengetahuan juga

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel