Guru adalah pembentuk akal dan karakter bangsa

Photo By: Adryan Ahmad Noorrahman


Siapa orang di dunia ini yang tidak mempunyai guru? Tentu semua orang mempunyai guru. Peran yang dipegang oleh guru sangat penting untuk kita semua.

Guru adalah pembentuk akal dan karakter bangsa, karena kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya utuk mengubah karakter generasi penerusnya ke depannya. Tanpa adanya figur pendidik, mungkin bangsa besar seperti Indonesia ini tidak akan dapat menikmati hasil jerih payah putra-putri nusantara yang sudah mendorong perkembangan tersebut.

Pencapaian Indonesia hingga saat ini tidak terlepas dari peran guru yang telah membimbing anak muridnya menjadi manusia dewasa dan berperan aktif dalam pembangunan Indonesia.

Namun, demi melahirkan para "nation builders" Indonesia, hingga saat ini masih banyak guru-guru yang berjuang demi kesejahteraan diri maupun keluarga yang disokongnya. Apresisasi terhadap guru juga masih kurang, mengingat beberapa pentingnya peran seorang guru atau pengajar dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Menjadi guru adalah amanah idealisme dan panggilan jiwa bukan sekedar panggilan ijazah. Yang akan membawa kemana paradigma bangsa ini disandarkan, yang akan membawa manusia-manusia mengenal masa depannya. Guru tak ubahnya lentera dalam kegelapan akal. Dengan ilmu akan menjelaskan adab, dengan ilmu ia akan mengenalkan jiwa-jiwa pada penciptanya, dengan ilmu dia akan bersahabat dengan alam.

Secara formal, guru adalah seorang pengajar di sekolah negeri ataupun swasta yang memiliki kemampuan berdasarkan latar belakang pendidikan formal minimal berstatus sarjana, dan telah memiliki ketetapan hukum yang sah sebagai guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku di Indonesia. Guru menurut hukum dibagi menjadi dua yaitu

Guru tetap
Guru yang telah memiliki status minimal sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, dan telah ditugaskan di sekolah tertentu sebagai instansi induknya. Selaku guru di sekolah swasta, guru tersebut dinyatakan guru tetap jika telah memiliki kewewenangan khusus yang tetap untuk mengajar di suatu yayasan tertentu yang telah diakreditasi oleh pihak yang berwenang di kepemerintahan Indonesia.

Guru honorer
Guru tidak tetap yang belum berstatus minimal sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, dan digaji per jam pelajaran. Seringkali mereka digaji secara sukarela, dan bahkan di bawah gaji minimum yang telah ditetapkan secara resmi. Secara kasat mata, mereka sering nampak tidak jauh berbeda dengan guru tetap, bahkan mengenakan seragam Pegawai Negeri Sipil layaknya seorang guru tetap. Hal tersebut sebenarnya sangat menyalahi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Secara fakta, mereka berstatus pengangguran terselubung. Pada umumnya, mereka menjadi tenaga sukarela demi diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil melalui jalur honorer, ataupun sebagai penunggu peluang untuk lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil formasi umum.

Di sekolah, guru mempunyai tiga peran, yaitu sebagai guru, orang tua, dan sahabat, sebagai seorang guru memberikan wawasan yang dinamis kepada siswanya. Perannya sebagai orang tua, ialah senantiasa mengasuh, menegurnya jika salah dan menghukumnya dengan cinta. Artinya guru mengambil peran bagaimana sikap sangat menentukan bagaimana nilai baik dan salah itu menjadi konsekuensi hidupnya. Perannya sebagai sahabat, ialah guru bisa menjadi tempat sharing. Sehingga siswa bisa terbuka dengan pelbagai masalahnya. Sehingga ia tidak merasa berjuang sendiri untuk menjemput cita-citanya. Begitupun untuk disiplin ilmu-ilmu yang lain.

11 Responses to "Guru adalah pembentuk akal dan karakter bangsa"

  1. Wah, informasinya sangat menginspirasi dan penuh makna ya. Saya jadi merasa perjuangan menjadi seorang guru itu sangat berat...

    ReplyDelete
  2. Ironisnya sekarang guru gak bisa bertindak apa-apa kepada murid yang tidak mempunyai kelakuan yang kurang baik pada guru.

    ReplyDelete
  3. Betul guru harus diguguh dan ditiru karena kita secara tidak sadar sudah memakai ilmunya

    ReplyDelete
  4. Saudara Sawree, itu banyak terjadi namun jika kita menyerahkan anak kita ke pihak sekolah itu sepenuhnya harus kita percayai, dan anakpun harus kita bina suapaya tidak bertindak yang tidak wajar disekolah, dengan cara ini kita mendukung profesi guru. dan untuk saudara Moh Ravi Dwi Putra, benar guru itu telah membagi ilmunya dan layak untuk dihargai.

    ReplyDelete
  5. Sedihnya, pemahaman guru soal pendekatan psikologis murid-guru kurang sekali.. mostly yang penting ngajar terus kelar. Padahal attachment antara guru murid itu penting banget buat masa depan si murid

    ReplyDelete
  6. Yah..saya rasa ada benarnya, sebagian besar hanya mencari kerjaan tanpa menjalankan profesi guru yang selalu berdekatan dengan psikologis anak dan ini dalam perkuliahan pendidikan ada materi "perkembangan peserta didik", dan juga guru yang hanya menjalankan sebagai pengajar bukanlah lulusan dari fakultas Pend tetapi Non Dik,

    ReplyDelete
  7. Hidup dunia pendidikan, hidup guru, terimakasih guru, thanks infonya

    ReplyDelete
  8. Kalau guru adalah pwmnentuk akal Dan karakter bangsa.. lalu dosen apa mas?

    ReplyDelete
  9. Dosen adalah tenaga pengajar yang diperuntukkan kepada siswa yang MAHA dan biasanya itu sudah dari lembaga tinggi dan juga bekerja diperguruan tinggi. sementara guru berurusan dengan orang atau siswa yang setara SLTA kebawah,,

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel