Sosok Penyabar di Balik Sebuah Keberhasilan

Photo By : Petra Yunia Putri Anggryani

Pada hari Jumat, 20 Oktober 2017 saya berkesempatan mengunjungi sebuah percetakan di daerah Srengseng Sawah. Percetakan tersebut terletak di dalam Kompleks Desa Putera. Tujuan saya saat itu jelas untuk mengerjakan tugas fotografi dengan tema “Photo People”. Pada awalnya saya tak berniat untuk mengambil gambar di kawasan tersebut karena saat itu saya tidak memiliki surat izin untuk mengambil gambar. Namun, saya dan kedua teman saya mencoba meminta izin apakah kami boleh mengambil gambar di percetakan tersebut atau tidak. Setelah meminta izin ternyata kami boleh melakukan pengambilan gambar di sana. Kebetulan orang yang bertugas saat itu adalah karyawan yang dulunya merupakan instruktur saya sewaktu praktik cetak offset saat saya sekolah.

             Setelah mendapat izin kami diantar memasuki ruang cetak offset. Sesampainya di sana kami bersalaman dengan para operator yang dulunya menjadi instruktur kami. Saya berjalan menuju deretan mesin offset Heidelberg dengan seri SM 52. Saat itu operator yang bertanggung jawab atas mesin itu adalah Pak Nano. Beliau merupakan karyawan yang sudah bekerja sebagai operator mesin cetak offset  lebih dari 20 tahun. Saya bersalaman dengan beliau dan bercengkrama dengan cukup lama.

            Saat itu beliau juga sembari disibukan dengan mengajari salah satu anak magang. Saya dikenalkan dengan anak magang tersebut. Setelah dikenalkan, ternyata anak magang tersebut merupakan penyandang tuna rungu yang berasal dari SMK Santi Rama. Pak Nano mengajari anak tersebut dengan sabar. Karena anak itu memiliki keterbatasan, maka Pak Nano mengajari anak tersebut dengan perlahan. Terkadang beliau menggunakan bahasa isyarat semampunya. Apabila terlalu sulit untuk dikatakan menggunakan bahasa isyarat, beliau menulis apa yang ingin disampaikan di selembar kertas.  Beliau akan terus mengajari anak itu sampai bisa, tak peduli jika itu memakan waktu yang cukup lama.

            Di sela-sela beliau mengajarkan anak magang tersebut, saya menyempatkan diri untuk mengambil potret beliau saat sedang mengoperasikan mesin cetak. Jika diperhatikan, tercetak jelas guratan lelah di wajahnya karena bekerja dari pagi hingga sore hari. Terlebih jika harus lembur. Namun semua pekerjaan itu dijalani beliau dengan tulus ikhlas. Buah dari kesabarannya dalam mengajar diperoleh ketika siswa didikannya lulus dari sekolah. Banyak alumni yang bisa meraih sukses.

            Saya mendapatkan hikmah pada hari itu. Hal pertama yang saya dapatkan adalah kesabaran ternyata akan menghasilkan buah yang manis, tidak untuk diri sendiri saja, melainkan untuk banyak orang. Dan yang kedua adalah sebuah keterbatasan tidak menghasilkan seseorang untuk berkarya. Namun, menjadi pemicu yang besar untuk diri sendiri.(Penulis : 
Petra Yunia Putri Anggryana/PNB3B/2017)

0 Response to "Sosok Penyabar di Balik Sebuah Keberhasilan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel