SEJARAH PERPUSTAKAAN

Photo By : Putri Fairuz Nurul Dinniyah

Perpustakaan adalah sebuah gedung yang terdapat ruangan-ruangan, yang dipergunakan untuk menyimpan koleksi bahas pustaka, seperti buku atau monograf, terbitan berseri, brosur atau pamflet, dan bahan non pustaka. Koleksi bahan pustaka pada sebuah perpustakaan dipergunakan oleh pemustaka (pengguna dan pembaca) dan bukan untuk diperjual belikan, itulah perpustakaan dalam paradigma lama. Sedangkan dalam paradigma baru perpustakaan adalah sesuatu yang hidup, dinamis, segar menawarkan hal-hal yang baru, produk layannya inovatif, dan dikemas sedemikian rupa, sehingga apapun yang ditawarkan oleh perpustakaan akan menjadi atraktif, interaktif, edukatif, dan rekreatif bagi pengunjungnya.
            Sebuah perpustakaan mempunyai ciri-ciri dan persyaratan tertentu seperti tersedianya ruangan atau gedung yang digunakan khusus untuk perpustakaan, adanya koleksi atau bahan bacaan dan sumber indormasi lainnya, adanya petugas yang menyelenggarakan kegiatan dan melayani pengguna perpustakaan, adanya komunitas masyarakat pengguna perpustakaan, diterapkan suatu sistem atau mekanisme tertentu yang merupakan tata cara, prosedur, dan aturan agar segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan perpustakaan dapat berjalan dengan lancar, adanya sarana dan prasarana yang diperlukan antara lain: meja, gedung, komputer, dan lain-lain.
            Perpustakaan diperkirakan sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu, perpustakaan memiliki beberapa prinsip yaitu diciptakan oleh masyarakat, dipelihara oleh masyarakat, terbuka untuk semua orang, harus berkembang dan pengelolaannya harus orang yang berpendidikan.
            Sejarah perpustakaan sebelum masehi tidak terlepas dengan yang biasa kita sebut tulisan, pada 2500 SM, di Mesir ditemukan sebuah tulisan berupa papyrus yang dibuat dari sejenis rumput yang tumbuh di sepanjang sungai Nil. Papyrus merupakan rumput yang dihaluskan dengan cara ditumbuk lalu diratakan, kemudian dikeringkan dan digunakan untuk menulis dengan menggunakan pahatan dan tinta. Bermula dari papyrus kita bisa mengenal istilah paper, papiere, papiros yang kesemuanya itu berarti kertas. Pada tahun 3.750 SM telah terdapat pahatan-pahatan berupa ukiran lambang informasi ke dinding-dinding bangunan, monumen, dan tempat-tempat peringatan untuk menunjukkan keagungan raja-raja pada masa terdahulu.
            Sedangkan sesudah masehi, keberadaan papyrus cukup sentral, karena dari situlah dikembangkannya sehingga berupa kertas pada zaman modern. Bahkan hingga tahun 700-an masehi, papyrus masih dipergunakan sebagai bahan tulisan, sebelum kemudian ditemukan bahwa bahan kulit binatang dan besi bisa dipergunakan untuk bahan tulisan.

            Penjajahan bangsa Romawi juga memiliki peranan dalam proses penyebaran dunia perpustakaan hingga ke pelosok. Karena pada awal masehi hampir di setiap ibu kota negara jajahan bangsa Romawi terdapat perpustakaan, seperti Cyprus, Afrika, Yunani, dan Asia Kecil. Adapun perpustakaan yang didirikan oleh bangsa Romawi, seperti perpustakaan di Timgad, Afrika Utara yang didirikan karena pengaruh Kerajaan Trajan pada tahun 98-117 Masehi. Selain itu, Romawi sendiri mendirikan Perpustakaan Ulpian dengan koleksinya berupa karya Yunani dan Latin.(Penulis : Putri Fairuz Nurul Dinniyah/PNB 3A/2017)

0 Response to "SEJARAH PERPUSTAKAAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel