Sejarah Berdirinya Gereja Katolik Santo Paulus

Photo By : Faisal Basri
Gereja Santo Paulus merupakan salah satu gereja yang bertempat di . Melati Nomor 4, Depok Lama. Pada akhir tahun 50-an berdirilah gereja Santo Paulus Depok di jalan Melati Nomor 4 Depok . Pastor pertama yang menetap di Depok adalah Peter J.J Rossen. Beliau kembali ke negerinya dan digantikan oleh Pater Herkulanus Frankhuyzen. Sekembali dari cutinya (1964), Pater Frankhuyzen dipindah tugaskan ke seminari Cicurug, Sementara itu umat katolik Depok dilayani secara bergantian oleh Mgr. N. Geise, OFM, Pater R.J Koesnen OFM, Pater Anton Ban OFM dan pater muda yaitu Pater Micheal Angkur, OFM (saat ini adalah uskup Bogor).

            Pada akhir tahun 60-an Pater Frankhuyzen kembali ke dan menetap di Depok. Pada bulan September 1973 ia merayakan 50 tahun hidup mebiara. Perayaan berlangsung di SD MardiYuana, yang hadir di Depok sejak 1 Agustus 1960 dan yang kehadiran dan perkembangannya tak dapat dilepaskan dari peran penting Pater Frankhuyzen OFM disamping Mgr. Geise OFM. Pater Yohanes Ma’mun Muktar OFM, yang baru kembali dari mengikuti “kursus kharismatik” di Australia, memberikan warna kharismatik dalam pelayanan pastoral pada umat di Depok pada tahun 1975. Anak seorang haji di Sukabumi ini meninggal dalam usia muda pada 10 Agustus 1976 (lahir 1 Juni 1941) di Bogor, setelah lebih kurang 10 hari berada dalam keadaan koma akibat kecelakaan lalu lintas di Puncak Jawa Barat.

            Perkembangan Paroki Santo Paulus selanjutnya tidak terlepas dari keb
ijakan Pemerintah yang menjadikan Depok sebagai salah satu kawasan penyangga Ibukota. Dalam rangka itu, pada tahun 1976 dibangunlah Perumnas Depok I (Depok Jaya) dan Depok Utara, kemudian disusul dengan Perumnas Depok II dan Depok Timur. Seiring dengan itu, penghuni-penghuni baru membanjiri Depok termasuk umat Katolik. Untuk memenuhi kebutuhan umat katolik yang cukup besar jumlahnya di Depok I dan Depok Utara, maka pada tahun1977-1978 dibangunlah sebuah gereja sederhana di jalan Irian Jaya. Semua itu tidak terlepas dari jasa almarhum Bapak Dom Renetyo. Gereja sederhana itu “dipabtis” oleh Mgr. Ign Harsono, Pr. (saat itu sebagai Uskup Bogor) dengan nama HERKULANUS. Nama gereja tersebut diharapkan agar umat Katolik tidak melupakan jasa besar Pater Herkulanus Frankhuyzen dalam persemaian benih Injilnya di Depok.


            Depok pada tahun 1714 hanya merupakan sebuah dusun sunyi, pada tahun 1924-1925 menjadi sebuah kecamatan, berubah menjadi kota administratif (kotif) pada tanggal 18 Maret 1982, dan kini siap menjadi kotamadya. Paroki Santo Paulus yang secara geografis pada awal 1960 hanya meliputi wilayah sekitar Depok Lama, saat ini telah meliputi UI, Citayam, Sasak Panjang, Parung, dan Gunung Sindur serta terbagi ke dalam 10 wilayah dan satu stasi.
Jumlah umat pada tahun 1927 hanya beberapa orang, saat ini mencapai 4.000 orang. Saat ini Paroki St. Paulus Depok dilayani oleh 2 orang pastor, dan untuk misa mingguan dibantu oleh imam dari Novisiat Transitus.
Beberapa data dari gereja :
Nama Pelindung : Santo Paulus
Buku Paroki : Sejak Februari 1960
Sebelumnya di Katedral Bogor
Alamat : Jl. Melati Nomor 4, Depok Lama 16431
Telepon (021) 7520334 Fax. (021) 77204851
Romo Paroki : RP. Yosef Peleba Tolok, OFM
(Penulis : Siska Agustina/PNB 3B/2017)

0 Response to "Sejarah Berdirinya Gereja Katolik Santo Paulus"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel