Sebenarnya, Tomat itu Buah atau Sayur?

Photo By : Nina Kuniyati
Selain perdebatan “bumi bulat vs bumi datar” dan perdebatan “bubur ayam diaduk vs bubur ayam tidak diaduk”, perdebatan lain yang tak kalah keras dan spartan yang pernah dilakukan manusia tentu saja adalah perdebatan “tomat itu sayur vs tomat itu buah.”  Rasanya memang tak berlebihan jika menyebut perdebatan antara kaum pro sayur dan kaum pro buah sebagai perdebatan yang sengit dan keras, sebab kedua pihak punya landasan teori dan sama-sama otoritatif. Pihak pro buah menganggap tomat sebagai buah, sebab secara botani ia memang lebih dekat dengan kriteria buah karena mengandung biji.
Sedangkan pihak pro sayur berpendapat bahwa ia lebih cocok sebagai sayur, sebab lebih banyak dipakai sebagai campuran sayur pada salad dan sandwich. Perdebatan soal tomat juga muncul di pengadilan Mahkamah Agung Amerika. Pihaknya mempertanyakan apakah tomat tergolong buah atau sayur. Perdebatan ini bisa masuk sampai ke tahap pengadilan setelah importir buah di sana beradu argumen soal tomat. Hal ini diperdebatkan karena berpengaruh pada pajak yang dikenakan. Kala itu tomat digolongkan sebagai buah dan bukan sayur, ia tidak dikenakan pajak. Sementara kalau sayur, ia dikenakan pajak 10 persen untuk impor. Dan setelah melewati proses pengkajian yang begitu rupa, akhirnya diputuskan bahwa tomat termasuk dalam golongan sayuran.
Sungguh, sebuah hasil persidangan yang menjadi titik awal langkah besar bagi umat manusia.  Sebagai sayuran. Rasanya yang asam seringkali dianggap menambah kelezatan banyak jenis masakan. Sebagai buah, tomat masak juga lezat dikonsumsi mentah; dan ada yang menarik, yaitu tomat cukup enak untuk dibuat minuman buah atau jus.
Lalu apa manfaat tomat bagi kesehatan, termasuk dilihat dari kandungan nurrisinya? Tomat diketahui mengandung sejenis antioksidan kuat yang disebut Lycopene dalam jumlah banyak, yaitu zat yang membuat warna merah pada buah ini. Bukan hanya itu, buah tomat juga telah terbukti mengandung suatu senyawa yang disebut sebagai asam alfa lipoic, yang bermanfaat membantu mengontrol glukosa dalam darah, meningkatkan vasodilatasi dan melindungi terhadap retinopati pada pasien diabetes, bahkan bisa membantu kelestarian otak dan jaringan saraf!. Senyawa nutrisi yang juga ditemukan dalam tomat termasuk kolin, merupakan nutrisi penting yang membantu tidur, fungsi gerak otot, belajar, dan fungsi memori. Kolin juga membantu untuk mempertahankan struktur membran sel, membantu transmisi impul saraf, membantu penyerapan lemak, dan mengurangi peradangan kronis. Selain itu bagus juga untuk kesehatan wajah karena Tomat sangat mudah dijumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, pasti juga begitu karena memang mudah didapatkan. Oleh karena itu tidak ada salahnya untuk mencoba irisan tomat untuk merawat kecantikan kulit wajah. (Penulis: Nina Kurniaty/PNB3C/2017) 

0 Response to "Sebenarnya, Tomat itu Buah atau Sayur?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel