’Salad Khas Betawi’

Photo By : Ardiyansah Septian N

Kali ini saya akan membahas makanan Salad yang berasal dari betawi. Apakah itu? Yaps benar sekali , yaitu Gado-Gado. Mengapa Gado-Gado ini dibilang mirip dengan Salad? karena Berbagai rebusan sayur – mayur, kentang, tahu, tempe dan telur tersaji dengan siraman bumbu kacang serta taburan kerupuk, dan itu lah gado-gado. Hidangan ini sangat nikmat menjadi teman penyantap apa bila kita menambahkan nasi atau potongan lontong. Bedanya dengan salad adalah,  salad berasal dari Negara asing. Di dalam salad terdapat kembang kol, wortel, tomat, jagung pipil. Nah, isi dalam salad tersebut di siramkan dengan Saus Thausland Island.

Sepintas tampilanya memiliki kemiripan dengan beberapa makanan khas daerah lain, seperti Pecel, dan Lotek. bedanya bumbu kacang di dalam gado-gado ini tidak menggunakan kencur seperti halnya            Pecel dan Lotek. Selain itu, tidak seperti pecel yang umumnya hanya sayuran, gado-gado menggunakan tahu, tempe, telur dan lontong. Tidak ada yang tahu persis asal muasal sajian unik ini, namun sebagian besar referensi  bebas cenderung mengasosiasikan Gado-Gado sebagai makanan hidangan yang berasal dari tanah betawi asli. Asal usul nama pun nampak-nya senasib dengan asal mulanya.

            Lalu, asal kata Gado-Gado tidak ada di dalam kamus bahasa Indonesia maupun kosa kata bahasa betawi maupun kosa kata Indonesia. Meski tidak ada di dalam kosa kata, maka makanan ini justru menginspirasi perkembangan bahasa, antara lain dengan munculnya istilah ‘pernikahan gado-gado’ yang berarti kawin campur atau nama lainya ‘bahasa gado-gado’ yang berarti bahasa campur aduk.

            Gado-gado memang amat mudah ditemukan di berbagai penjuru kota Jakarta. Rasa gurih dari bumbu kacangnya cukup merakyat, sehingga disukai oleh berbagai jenis serta lapisan masyarakat. Wajar saja jika di kemudian hari hidangan ini menyebar ke banyak daerah di Indonesia. Bahkan saking populernya makanan ini, banyak  juga warga asing yang mengenalnya sebagai salah  satu ‘Carte du Jour’ atau daftar kuliner yang wajib dicoba ketika warga asing berkunjung ke Indonesia.

Seperti Gado-Gado di dekat mini market rumah saya nih, Perkenalkan nama dari penjual gado-gado ini adalah bapak Rahmat, Bapak Rahmat ini sudah 5 tahun menjual Gado-Gado di depan mini market. Pendapatan dari menjual gado-gado ini sangat lumayan, 1 bungkus gado-gado bila tidak memakai Lontong hanya 11 ribu rupiah dan jika menggunakan lontong harganya 15 ribu rupiah.

      Bapak Rahmat mulai berjualan dari jam 08.00 pagi sampai jam 12.00 siang. Beliau berbicara, selama ia menjual Gado-Gado kadang ramai kadang tidak. Memang sempat saya rasakan juga  Gado-Gado bapak Rahmat ini sangat enak dan ditambah bumbu kacangnya yang menyatukan sayur dll. Saya pun bertanya kepada bapak Rahmat, apakah suka duka selama berjualan Gado-Gado ini. Ia mengatakan suka nya adalah jika Gado-Gado ini diramaikan pembeli, duka nya adalah jika Gado-Gado saya sepi. Namun ramai  dan sepinya Gado-Gado bapak Rahmat, ia selalu bersyukur dan semangat.( Penulis : Ardiansyah Septian N / PNB 3B/ 2017 )

1 Response to " ’Salad Khas Betawi’"

  1. didaerahku blom ada ni, jadi peluang usaha ni,hehe

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel