Pertunjukan Reog Ponorogo Di Kota Tua Menjadi Objek fotografi


Photo By : Rahmi

Human interest mungkin menjadi bagian koleksi yang sering kita jumpai. Bagi kalangan fotografer membuat photo human interest menjadi salah satu koleksi yang dikagumi. Teknik yang menggambarkan kehidupan pribadi manusia atau interaksi manusia, serta ekspresi emosional maupun suatu pekerjaan. Namun, dalam mengambil foto tersebut, kita harus memiliki feel dan kejelian dalam melihat moment, maka hasil karya tersebut akan menjadi sesuatu yang berharga.
            Seorang seniman jalanan di kawasan Kota Tua pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017 menjadi sala satu moment yang saya abadikan. Para seniman yang menunjukkan beberapa aksinya menjadi tontonan pengunjung Kota Tua. Memberi hiburan untuk menarik perhatian kami. Dari banyaknya atraksi yang ditujukkan oleh senima tersebut, merupakan atraksi budaya penari Reog Ponorogo. Sebelum para penari menunjukkan aksinya, beberapa aksi lain ditunjukkan sebagai pembukaannya. Atraksi tariannya pun tak hanya satu bagian saja. Melainkan ada 3 pembukaan terlebih dahulu yang akan disajikan.
            Salah satu aksi tersebut, yaitu ketika orang dewasa melompati anak kecil yang berdiri dengan badan yang sedikit dibungkukkan. Setelah itu, barulah penari Reong menunjukkan aksi mereka. Pertujukan belum selesai sampai di sini. Masih ada bagian terakhir yang akan disajikan. Penutup inilah yang menjadi bagian yang paling seru, serta sangat kental dengan aroma magis dan ilmu kebatinan.
            Dalam artikel detiktravel menjelaskan bahawa untuk alur cerita Reog Ponorogo ada sejumlah versi. Namun, alur cerita Reoang Ponorogo yang menjadi resmi adalah kisah Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Rafil Kuning. Di tengah perjalanan dia yang berangkat bersama walinya yaitu Bujang Anom dicegat pasukannya, yang meliputi merak dan singa. Sedangkan Raja Ponorogo bersama wakilnya rupanya memiliki pengawal kuat.
Photo By : Rahmi
            Pengawal Raja Ponorogo yang dikenal dengan sebutan Work ini, disebut-sebut begitu sakti. Work punya ilmu hitam yang diyakini mematikan. Tarian Reog pun menggambarkan peperangan antara Kerajaan Ponorogo dan Kerajaan Kediri dengan mengadu ilmu hitam antara keduanya. Tarian Reog pun kental dengan suasan yang mistis. Dalam pertunjukan sering kita lihat para penari pentas dalam keadaan kesurupan. (artikel detiktravel).
            Pada kawasan Kota Tua yang yang sering disebut KOTU merupakan tempat yang kaya akan tempat wisata. Namun, KOTU juga merupakan tempat yang kaya akan seniman. Para seniman yang menunjukan karyanya masing-masing. Sehingga saya sebagai pengunjung KOTU tidak mau kehilangkan kesempatan itu, dalam mengabadikan karya seni atau budaya yang tidak pernah saya temui.

            Salah satunya ialah seni pertujukan tari Reong Ponogoro yang telah dijelaskan di atas. Dalam mengabadikan memonet tersebut, tidak hanya tentang kejelian kita dalam melihat moment. Akan tetap, kita juga harus memiliki konsep, memperhatikan komposisi, lighting, dan setting kamera yang benar serta teknik lainnya seperti freezing. Sehingga moment tersebut memiliki daya tarik dan berharga.(Penulis : Rahmi/PNB3C/2017)

3 Responses to "Pertunjukan Reog Ponorogo Di Kota Tua Menjadi Objek fotografi "

  1. salah satu yang bikin ponorogo ngangenin, mereka punya sate khas banget dan sambel pecel yang juga khas. selalu ingin kembali kesana

    ReplyDelete
  2. Sepertinya jadi pingin hunt kuliner juga..gan..thanks kunjungannya...

    ReplyDelete
  3. Foto2nya keren, share juga dong tips2 fotografi

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel