"Mengulik Bangunan Iconic di Kawasan Matraman” Hotel Etnik Sumatra Barat Bernuansa Islam

            Hotel balaiurung merupakan sebuah hotel yang terletak di kawasan Matraman, tepatnya berada di Jl. Matraman Raya No.19, Jakarta Timur. Meskipun terletak di pemukiman padat penduduk, hotel ini tetap menjadi salah satu “iconic” kawasan Matraman.

            Hal yang membuat hotel ini menjadi iconic adalah arsitektur bangunannya. Ada pemandangan yang tak biasa saat anda melihat arsitektur bangunan hotel ini. Pemandangan tersebut ialah atap bangunan hotel yang berbentuk runcing menyerupai tanduk kerbau. Sehingga, dengan sangat mudah dikenali sebagai hotel balairung.

            Pada 27 Desember 2012, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumatera Barat sekaligus pemilik hotel balairung, secara resmi menjadikannya sebagai hotel syariah. Dengan luas bangunan sebesar 32 meter persegi, hotel dengan 12 lantai ini mampu menyediakan 92 kamar, dua ballroom, satu VIP board meeting room, fitness room, karaoke keluarga dan 10 executive meeting room.

            Ada sejarah yang unik dibalik megahnya hotel balairung. Pada awalnya, hotel bintang tiga ini dibangun sebagai bangunan perkantoran. Lebih tepatnya, merupakan kantor penghubung pemerintah Sumatra Barat. Sehingga arsitektur bangunannya pun lebih menyerupai perkantoran. Kemudian bangunan perkantoran tersebut diubah menjadi sebuah wisma dan berkembang menjadi sebuah hotel berbintang tiga.

            Menurut salah satu Director of Sales & Marketing Hotel Balairung, Bangunan yang berdiri menjulang di tengah padatnya pemukiman penduduk ini, sebenarnya mengusung konsep "friendly muslim hotel". Yaitu hotel yang sangat bersahabat, baik dari segi harga dan pelayanan pengunjung. Tak hanya itu, hotel yang terletak di bilangan Matraman ini juga mengusung konsep “ethnic convention hotel” Budaya Minang. Sebuah hotel yang bernuansa etnik dan kaidah Budaya Minang. Alasannya, Budaya Minang adalah salah satu kebanggaan bagi bangsa yang memiliki sejarah perjuangan besar dan kaya akan budaya bangsa.

            Dengan mengusung konsep “friendly muslim hotel”, nuansa islami pun sangat kental dihotel ini, dengan disediakan Alquran, Tafsir Hadist dan sajadah di setiap kamar. Selain itu, setiap waktu shalat tiba azan akan berkumandang di setiap lorong dan kamar. Hal itu bertujuan untuk mengajak pengunjung dan karyawan hotel untuk salat berjamah. Lalu, tak lupa juga dengan “ethnic convention hotel” Budaya Minang, Pihak hotel secara tegas memberlakukan aturan 'Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah' yang sesuai dengan norma-norma adat Minangkabau.

             Atas dasar pemilihan konsep dan tema hotel, pihak hotel pun berharap agar Hotel Balairung ini dapat menberi kontribusi yang besar bagi industry Pariwisata Indonesia. Serta juga menjadikannya sebagai alternatif destinasi liburan bagi para perantau yang ingin merasakan susana Budaya Minang, Sumatera Barat, Hotel balairung dapat menjadi solusinya.
 (Penulis : Efi Fitri Astuti & Faisal Nur Fatullah/ Penerbitan 3C/2017)

0 Response to ""Mengulik Bangunan Iconic di Kawasan Matraman” Hotel Etnik Sumatra Barat Bernuansa Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel