Mengenal Lebih Jauh Vihara Dhanagun, Tempat Bertemunya Ragam Budaya

Photo by : Kirana Putri Ersapranu
Kelenteng Hok Tek Biok (berarti Rejeki dan Kebajikan) atau yang biasa dikenal dengan nama Vihara Dhanagun merupakan vihara pertama di kota Bogor yang konon di bangun sekitar tahun 1672 berdasarkan penanggalan pada sistem kalender menurut perhitungan Tien Gan Di Cze, terdaftar sebagai salah satu cagar budaya pemerintah kota Bogor yang harus dilestarikan. Ada pula sumber lain yang berpendapat bahwa Vihara Dhanagun dibangun sekitar abad ke-18 atau tahun 1740 ketika pemerintah kolonial Hindia Belanda menindas etnis Tionghoa di Batavia hingga mengakibatkan perpindahan penduduk secara besar-besaran ke berbagai wilayah, termasuk Tangerang dan Bogor. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya ketidaksesuaian literatur pendukung mengenai pemukiman etnis Cina di Bogor sebelum tahun 1740.

Photo by : Kirana Putri Ersapranu

Berlokasi di Jalan Surya Kencana No. 1, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Jawa Barat. Berada tepat di samping Plaza Bogor atau bagian selatan pintu utama Kebun Raya Bogor. Dulu, Kelenteng Hok Tek Biok lebih berfungsi sebagai tempat ibadah penganut kepercayaan Taonisme dan Konghucu (Konfusianisme), sedangkan saat ini Vihara Dhanagun berfungsi sebagai tempat ibadah pemeluk agama Budha. Tempat ini berarti telah menjadi pusat kegiatan keagamaan tiga kepercayaan sekaligus. Setiap perayaan Imlek dan Cap Go Meh biasanya menggelar kesenian Tionghoa seperti Barongsai dan Liong (naga). Dari segi arsitektur, bentuk bangunannya bergaya khas Cina.

Saat ini, pengurus Vihara Dhanagun dipegang oleh Bapak A Yung atau Koh Ayung. Menurut pemaparan beliau, arsitektur bangunan vihara sudah beberapa kali mengalami renovasi tanpa mengubah bentuk aslinya. Nuansa yang tersaji identik dengan warna merah dan emas. Tata letak ruang vihara terdiri dari beberapa bagian, diantaranya terdapat ruang utama yang berada di tengah, ruang sisi kanan dan sisi timur untuk tempat sembahyang. Di depan pintu masuk kalian akan disambut oleh dua patung singa berwarna putih dan dua tungku pembakaran hio, juga ukiran atau relief dewa-dewi tokoh kepercayaan agama Budha seperti Sun Go Kong, Fat Kai, dll. Kalian juga akan menemukan banyak gelas berisi lilin dan nama-nama orang yang sudah meninggal diletakan dalam satu meja. Sesaji dan wangi dupa yang mirip wewangian aroma terapi akan langsung tercium dari teras depan.

Photo by : Kirana Putri Ersapranu

Tiap Vihara yang terdapat di Indonesia memiliki ciri khas berbeda-beda karena bergantung dari mana asal mula pendiri vihara tersebut, siapa tokoh atau dewa yang mereka yakini, suku, adat istiadat, dan dari golongan serta tempat asalnya di negeri Cina. Dewa utama yang dipuja di vihara ini adalah Hok Tek Cing Sien (Dewa Bumi). Namun, ditempatkan juga panteon Budha Gautama, Kwan Im Phu Sa Avalokitesvara, Maitreya, dan tempat pemujaan kepada Eyang Raden Surya Kencana (leluhur penguasa wilayah Bogor).

Ada sebuah tradisi dari negeri Cina yang masih dilestrarikan dan baru-baru ini dirayakan di Vihara Dhanagun. Tradisi tersebut bernama Moon Cake Festival atau Festival Kue Bulan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Cina untuk menyambut musim gugur. Mereka akan berkumpul bersama para keluarga dan tetangga pada malam hari ketika bulan purnama untuk bersilaturahmi dan memakan kue bulan berbentuk bulat yang melambangkan keutuhan, kesatuan, dan harmoni.

Festival tersebut dilakukan pada hari Sabtu, 7 Oktober 2017 pukul 18.00 WIB di teras depan vihara. Acara Moon Cake Festival berisi kegiatan makan malam ketupat sayur dan hiburan kesenian tradisional dari berbagai daerah, yang dihadiri oleh masyarakat sekitar dan walikota Bogor. Meskipun mengambil tradisi dari negeri Cina, tapi tetap tidak melupakan budaya bangsa Indonesia. Selain acara kumpul silaturahmi dan makan bersama, ada juga pertunjukan musik tradisional dari Cina dan adat Sunda, yaitu alat musik tradisional bernama karindang. Di akhir acara juga ada persembahan musik harpa tapi membawakan lagu-lagu daerah nusantara.

Vihara Dhanagun dalam menjalin hubungan antar umat beragama sering mengadakan acara atau kegiatan sosial kemasyaratakatan. Sebagai contoh, setiap menjelang tahun baru Vihara Dhanagun selalu mengadakan festival lampion dan pagelaran seni musik dari berbagai daerah nusantara. Mereka juga secara rutin setiap satu tahun sekali mengadakan buka puasa bersama dan santunan untuk anak yatim. Buka puasa biasanya dilakukan dua kali bersama seluruh tokoh masyarakat, tokoh keagamaan dari berbagai macam kepercayaan, dan masyarakat sekitar. Kegiatan seperti ini patut ditiru serta dilestarikan demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa juga keharmonisan umat beragama.(Penuslis : Kirana Putri Ersapranu/PNB 3A/2017)

0 Response to "Mengenal Lebih Jauh Vihara Dhanagun, Tempat Bertemunya Ragam Budaya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel