Gereja Katedral Jakarta dengan Kemegahannya

Photo by : Petra Yunia Putri Anggryana/Agnes Frisilia Putri
Gereja Katedral Jakarta merupakan sebuah gereja yang dibangun di Jakarta tepatnya di Jl. Katedral No.7B, Ps. Baru, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat. Gedung gereja katedral ini mulai resmi didirikan pada tahun 1901. Bentuk dari bangunan gereja katedral ini sendiri menggunakan arsitektur neo-gotik yang diinspirasikan dari Eropa, dimana penggunaan arsitektur neo-gotik ini  sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu.
Arsitektur neo-gotik itu sendiri merupakan sebuah denah dengan bangunan berbentuk salib dengan panjang 60 meter dan lebar 20 meter. Konstruksi bangunan ini dikerjakan oleh seorang tukang batu dari Kwongfu, China. Konstruksi bangunan ini terdiri dari batu bata tebal yang diberi plester dan berpola seperti susunan batu alam. Dinding batu bata ini menunjang kuda-kuda kayu jati yang terbentang selebar bangunan.
Kemudian pada arsitektur bangunan ini pula terdapat 3 menara, yaitu Menara Benteng Daud, Menara Gading dan Menara Angelus Dei. Menara ini dibuat dari besi. Bagian bawah didatangkan dari Nederland dan bagian atas dibuat di bengkel Willhelmina, Batavia..
Pada arsitektur bangunan ini juga dilengkapi dengan sebuah lonceng dimana lonceng itu sendiri dilekatakn pada menara Benteng Daud dimana lonceng ini dihadiahkan oleh Clemens George Marie van Arcken. Kemudian pada menara Gading terdapat pula lonceng yang lebih kecil dimana lonceng ini didapatkan dari Tuan Chasse yang disumbangkan untuk gereja katedral. Dan lonceng yang terbesar pada bangunan gereja katedral ini diberi nama Wilhelmus merupakan  sebuah hadiah dari Tuan J.H. de Wit. Kemudian pada halaman depan gereja ini juga terdapat patung kristus raja.
Di saat pembangunan Gereja katedral ini sendiri dirancang dan pertama kali dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu untuk yang pertama saat proses pembangunan gereja katedral ini sendiri dilakukan oleh Pro-vikaris, yaitu Carolus Wenneker. Kemudian pekerjaan ini sempat berganti tangan saat proses pengerjaannya, disaat Pastor Antonius Dijkmans sudah tidak bisa melanjutkan pembangunan gereja ini dengan beberapa hal, maka dari itu pembangunan dipindahtangankan dan dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, S.J., Vikaris Apostolik Jakarta.

Mungkin kebanyakan orang saat ini melihat kemegahan gereja Katedral yang kebanyakan kenal sekarang sesungguhnya bukanlah gedung gereja yang asli seperti yang dilihat saat ini, hal itu dikarena Katedral yang asli diresmikan pada Februari 1810, namun pada 27 Juli 1826 gedung Gereja itu terbakar bersama 180 rumah penduduk di sekitarnya. Dan pada tanggal 31 Mei 1890 dalam cuaca yang cerah, Gereja itu pun sempat roboh.(Penulis : Agnes Frisilia Putri/Petra Yunia Putri Anggryana/PNB 3B/2017)

0 Response to "Gereja Katedral Jakarta dengan Kemegahannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel