Duka Para Operator SPBU

Photo By : Husaini Abrar

Saat menyadari jarum indikator BBM di kendaraan Anda mulai menunjuk “E” maka yang terpikir adalah segera mencari SPBU terdekat agar kendaraan tidak kehabisan bensin. Ketika sampai di
SPBU kita akan menjumpai operator SPBU yang kalimatnya sudah tidak asing lagi di telinga Anda “mulai dari angka nol ya”.
Banyak orang yang meremehkan pekerjaan menjadi operator SPBU. Tetapi jika Anda perhatikan ternyata menjadi operator SPBU tidaklah mudah. Mereka butuh ketelitian dan kesabaran dalam melaksanakan pekerjaannya.
Seperti ketika datangnya sabtu minggu, tanggal merah, ataupun hari – hari besar yang bagi Anda pada saat itu bisa merasakan libur bekerja. Tapi tidak bagi operator SPBU, mereka harus tetap bekerja melayani para pembeli BBM. Bayangkan jika tidak ada mereka, bagaimana nasib Anda yang sedang asik liburan dengan membawa kendaraan yang membutuhkan BBM? Anda pasti sangat membutuhkan mereka pada saat itu. Apalagi ketika datangnya Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha yang identik dengan kumpul – kumpul bersama keluarga, mereka tidak bisa merasakannya karena tuntutan pekerjaannya
Lalu ketika SPBU sedang ramai – ramainya dengan para pembeli BBM hingga sampai menyebabkan antrian yang panjang. Para operator SPBU dipastikan akan bekerja extra sibuk dan sabar dalam melayani pelanggan. Merekapun juga dituntut teliti dan gerak cepat dalam menghitung uang.
Para operator SPBU pun kadang harus mengganti kerugian pada saat setor. Alasan nya bermacam – macam, mungkin kesalahan mereka pada saat menghitung, atau kehilangan, ada juga pelanggan yang membayar dengan uang palsu. Kejadian ini membuat para operator SPBU tekor.
Pada saat malam hari Anda akan tidur beristirahat untuk kembali beraktivitas keesokan harinya, tapi tidak bagi para operator SPBU yang kebagian bekerja sift malam. Mereka harus terjaga di malam hari demi para pelanggan yang membutuhkan BBM pada malam hari. Mereka harus menahan rasa kantuk yang datang berkali – kali, apalagi kondisi malam hari dengan angin yang dingin sangat mendukung untuk membuat mereka tertidur. Tidak hanya rasa kantuk yang datang mengancam, mereka juga harus waspada dengan tindak kejahatan seperti perampokan.
Para operator SPBU juga kadang bisa dituduh berkomplotan dengan penadah BBM. Ada saja pelanggan yang curang dengan memodifikasi tangki BBM kendaraannya sehingga berkapasitas lebih. Dan ketika pelanggan tersebut tertangkap oleh pihak kepolisisan di suatu SPBU maka para operator SPBU yang melayani pelanggan tersebut akan ikut diperiksa.

Dari sekian banyak duka para operator SPBU tidak jarang mereka berhenti bekerja. Apalagi mereka akan mudah terkena penyakit karena uap BBM yang sering dihirupnya. Maka dari itu hargailah para operator SPBU tersebut, jangan menganggap remeh pekerjaan mereka.(Penulis : Husaini abrar/PNB3C/2017)

0 Response to "Duka Para Operator SPBU"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel