Cita Rasa Leker Pak Hanan

Photo By : Ira Mahmuda
Kue leker merupakan salah satu jajanan tradisional dari kota Solo. Kue leker ini memiliki cita rasa manis. Bentuk kue ini mirip seperti crepes, oleh sebab itu kue leker disebut sebagai crepesnya kota Solo. Asal mula dinamakan “Kue Leker” karena pada zaman dahulu orang-orang Belanda yang berada di Solo sangat gemar memakan kue ini. Karena rasanya yang enak, maka mereka menyebutnya sebagai Kue Lekker/Kue Lecker. Kata “Lekker” berasal dari bahasa Belanda yang berarti “enak”. Jadi, orang-orang Belanda sering menyebutnya dengan Lekker, maka orang-orang pribumi pun menamainya “Kue Leker” (Kue Enak) sampai saat ini.
Kue leker hampir mirip crepes namun kue leker lebih lembut di bagian dalamnya. Sebenarnya leker bisa diolah dengan banyak variasi rasa seperti kue crepes yang sudah banyak dijumpai di mal-mal. Perancis boleh punya crepes sebagai ikon kulinernya, tapi Solo juga punya kue leker yang tidak kalah rasanya.
Salah satu sekolah di kawasan komplek militer Srengseng Sawah Jakarta Selatan, ada beberapa pedagang makanan maupun minuman yang sudah berjejer di depan gerbang sekolah tersebut. Salah satunya pedagang leker yang berada di sudut bawah pepohonan, dengan sepeda yang sudah dimodifikasinya. Pedagang leker yang selalu ramai dengan anak sekolah ini bernama Pak Hanan. Lelaki dengan sedikit jenggot berwarna putih miliknya sudah menjadi pedagang leker selama dua tahun di sekolah tersebut. Beliau biasa berjualan sekitar jam 8:30 – 16:00 sore. Sebelum berjualan leker ini, beliau juga pernah berjualan cilok. Ketika di tahun 2005 leker ini mulai dikenal, dan beliau baru memutuskan untuk beralih profesi menjadi pedagang leker di tahun 2015.
Penghasilan yang didapat dalam sehari berkisar Rp 350.000. Leker yang beliau jual dengan berbagai rasa: pisang, keju, blueberry, dan coklat. Harga untuk sepotong leker ini biasanya berkisar antara Rp 2000 – Rp 3500. Alat yang digunakan untuk membuat leker cukup unik dan sudah dimodifikasinya, yaitu menggunakan sebuah wajan kecil berbentuk lingkaran, wajan ini bisa berputar apabila tuasnya digerakkan, agar leker tersebut bisa matang merata. Sumber pemanas yang digunakan berupa kompor gas bertungku satu. Jika Anda menjumpai pak Hanan ini jangan lupa untuk membeli lekernya. Harga jelata citarasa Belanda.(Penulis : Irah Mahmuda/PNB3A/2017)

2 Responses to "Cita Rasa Leker Pak Hanan"

  1. Kalau ke Solo pengen deh beli jajanan tradisional ini, harganya murah, banyak rasa, dan pastinya makanan tradisional itu pasti memiliki rasa yang orang-orang cari saat travel ke suatu tempat

    ReplyDelete
  2. benar mas,,e, dan kuliner salah satu yang tidak pernah dilupakan saat travel

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel