Bumbu Hasil Panen Sendiri

Photo By : Muhammad Ramadhan

Disaat perdagangan antar negara semakin mudah memperjual-belikan dagangannya,disitu pula terjadi persaingan antar negra. Indonesia adallah negara agraris, yaitu sebuah negara yang pendapatannya teerfokus pada sektor pertanian. Ini wajar karena Indonesia merupakan wilayah yang luas dan mempunyai tanah yang subur. Seharusnya Indonesia menguasai pasar negara di sektor pangan karena banyaknya lahan luas yang subur. Sempat terbukti di masa pak soeharto menjabat sebagai presiden, Indonesia menjadi pusat pembelajaran pertanian di seluruh asia tenggara. Hasil proyek itu menghasilkan thailand dengan produk pangannya yang besar-besar seperti Durian bangkok, Jambu bangkok dll. Di era itu juga Indonesia melakukan ekspor pangan ke berbagai negara lainnya.

  • Akan tetapi, mengapa di era saat ini Indonesia malah melakukan impor dari negara lain yang dahulunya negara itu adalah murid dari hasil pembelajaran era pak Soeharto?
  • Apa yang salah di negeri tercinta ini hingga harga pangan terus melonjak naik?
  • Mengapa hal itu terjadi?
  • Mengapa sektor pertanian kita tidak mampu bersaing dengan negara lain, padahal dahulu kita berada di puncak untuk sektor pangan dan pertanian?
  • Bukan kah kampus IPB yang fokus di bidang pertanian yang dimiliki Indonesia termasuk perguruan tinggi terbaik di dunia?
  • Apakah Indonesia mampu kembali ke era dimana pangan tak lagi impor melainkan ekspor?
  • Apa langkah kecil yang bisa dilakukan warga indonesia untuk hal itu?


Sebenarnya langkah kecilnya itu cukup mudah, dan dengan hal itu insya allah akan mampu menjawab semua pertanyaan diatas dan membuat Indoensia kembali berada dipuncak sektor pangan. Kuncinya adalah berusaha dan mandiri. Dahulu tanah indonesia mampu menguasai hampir seluruh dunia, negara-negara asia tenggara menjadi wilayah kekuasaan kerajaan seriwijaya dan majapahit yang berpusat di palembang dan jawa. Dan hal itu pula yang menjadi semagat para pahlawan untuk merebut kemerdekaan dari belanda dengan yakin bahwa dahulu Indonesia berada di puncak. Lalu kali ini juga sama sektor pangan indonesia haruslah berada di puncak dan merebut pasar dunia.

Menanam kembali
Yups, Langkah awal bagi warga indoneisa adalah mulai menanam kembali keperluan pangannya sehari-hari. Bila hal ini dilakukan oleh seluruh rumah tangga maka akan menakan daya beli yang cukup tinggi. Lalu apa yang ditanam? Dengan tanah yang kecil seharusnya masih bisa untuk menanam beberapa macam sayur dan buah. Terlebih sayuran cabai dan tomat yang sangat sering dikonsumsi sehari-hari. Tanaman ini tidak terlalu membutuhkan lahan yang luas. 

Dengan bermodalkan pot berdiameter 15 cm, beberapa pupuk dan waktu dua bulan cukup untuk memanen beberapa cabai dan tomat untuk memasak keperluan sehari-hari. Bila hal itu terus-menerus dilakukan akibatnya adalah harga cabai dan tomat di pasar akan menurun drastis, Karena kurangnya permintaan. Maka dengan begitu tomat dan cabai tidak lagi impor melainkan ekspor karena para petani cabai dan tomat kurang laku bila menjual di negeri sendiri maka akan dijual ke luar negeri. Itu bila hanya cabai dan tomat bagaimana kalau yang di tanam adalah beras, tebu, kentang,jagung, bawang dan lainnya yang merupakan pangan pokok warga indonesia. Sudah pasti makmur Indonesia, tapi yang penting itu semua perlu kerja keras dan usaha yang tinggi untuk berhenti melakukan impor dan membeli produk luar negeri.

Bila terdapat sesuatu yang kesulitan terkait kualitas panen maka disitulah peran mahasiswa beraksi yang fokus dibidang pertanian untuk meciptaan bibit yang unggul guna mampu bersaing dengan negeri lain. Akan tetapi kelemahan negeri ini ialah kondisi politiknya yang terlalu rumit. Ada saja hal-hal yang harus dilakukan untuk membeli produk negeri lain dikarenakan perjanjian dan lainnya. Bila sudah begini orang-orang politikus dan pejabatlah yang harusnya turun tangan dengan memberi kebijakan dan isu-isu untuk menghindari hal itu. negeri ini harus bekerja sama, tetapi kerjasamanya dengan warga Indonesia juga dalam arti petani dengan pedagang pedagang dengan pemerintah dan seterusnya. Bukannya malah kerjasama dengan orang luar yang akibatnya melukai potensi dari berbagai profesi yang ada di negeri ini.
(Penulis : Muhammad Ramadhan/PNB 3B/2017)


0 Response to "Bumbu Hasil Panen Sendiri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel