Buku Sebagai Jendela Dunia

Photo By : Putri Fairuz Nurul Dinniya


Banyak orang yang bertanya, kenapa buku disebut sebagai jendela dunia? Karena dengan membaca buku wawasan kita akan semakin bertambah. Membaca juga dapat meningkatkan kualitas hidup manusia serta menjauhkan diri dari jurang kebodohan.

            Buku sendiri merupakan kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Buku ini memiliki beberapa jenis, yaitu: novel, majalah, kamus, komik, ensiklopedia, kitab suci, biografi dan naskah.

            Beberapa sumber mengatakan jika buku pertama lahir di Mesir pada tahun 2400-an SM setelah orang Mesir menciptakan kertas papirus. Kertas papirus ini berisi tulisan yang digulung. Tetapi, ada pula yang mengatakan buku sudah ada sejak zaman Sang Budha di Kamboja karena pada saat itu Sang Budha menuliskan wahyunya di atas daun dan kemudian membacanya berulang-ulang. Berabad-abad kemudian di Tiongkok, para cendekiawan menuliskan ilmu-ilmunya di atas lidi yang diikatkan menjadi satu. Hal tersebut memengaruhi sistem penulisan di Tiongkok yang huruf-hurufnya ditulis secara vertical yaitu dari atas ke bawah.

            Buku yang terbuat dari kertas baru ada setelah tiongkok berhasil menciptakan kertas pada tahun 200-an SM dari bahan dasar bambu ditemukan oleh Tsai Lun. Kertas membawa banyak perubahan pada dunia. Pedagang muslim membawa teknologi penciptaan kertas dari Tiongkok ke Eropa pada awal abad ke-11. Di sinilah industri kertas bertambah maju. Apalagi setelah diciptakannya mesin cetak oleh Gutenberg perkembangan dan penyebaran buku mengalami revolusi.

Masih banyak orang yang tidak suka membaca buku karena tidak suka melihat tulisan yang begitu banyak dan memusingkan di dalam buku, apalagi jika tak ada gambar dan buku yang hendak dibaca cukup tebal. Padahal, manfaat membaca buku ini cukup banyak. Selain menambah wawasan, inilah beberapa manfaat membaca buku.

  • Membaca membuatmu lebih pintar dan lebih lama, Membaca bisa meningkatkan fungsi memori kita. Itu berarti otak kita akan aktif lebih lama dan menjauhkan kita dari risiko hilangnya memori, demensia, dan penyakit lain seperti alzheimer.
  • Membaca dapat membantu mengurangi ketergantungan pada gadget, Dengan sibuk membaca kamu akan lupa dengan smartphone, update media sosial, laptop, untuk sementara. Anak muda yang ketergantungan dengan teknologi cenderung mengarah pada stres, depresi, dan kelelahan.
  • Membaca dapat membantu menghilangkan stress, Membaca dapat membuatmu lupa dengan dunia sekitar untuk sementara. Kamu mungkin tidak peduli dengan kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarmu karena asik membaca. Membaca telah dibuktikan melalui penelitian bahwa mampu mengurangi stres walaupun hanya membaca 6 menit perhari.
  • Membaca dapat membantu tidur lebih nyenyak, American Academy of Pediatrics pada penelitiannya mengungkapkan bahwa menghabiskan waktu sebelum tidur sambil bermain gadget seperti handphone dan laptop cenderung akan memberi dampak negatif pada tidur kita, dan mengurangi durasi tidur kita. Membaca buku sebelum tidur justru membantu kamu beristirahat. Dengan menjadikan membaca buku sebelum tidur sebagai kebiasaan, ini bisa menjadi sinyal ke otak bahwa sudah waktunya untuk tidur.
  • Membaca meningkatkan konsentrasi, Pemberitahuan dari berbagai media sosial yang sangat mengganggu dapat membuatmu gagal fokus dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Membaca membantu kamu berkonsentrasi dan meningkatkan fokus. Dengan membaca 20 menit perhari, kamu akan melatih otak untuk tetap fokus untuk waktu yang cukup lama.
  • Membaca dapat meningkatkan kreatifitas, Membaca mendorong kita untuk memahami plot, atau argumen yang diajukan dan membantu kita untuk menguraikan apa yang berhasil dan apa yang tidak. Membaca dan memutuskan apakah artikel itu ditulis dengan baik, atau apakah kita setuju dengan apa yang dikatakan, atau apakah kita menikmati karakter tertentu, membantu kita untuk lebih kreatif dalam hidup kita sendiri karena meningkatkan fungsi otak dan kognisi.
  • Membaca membantu kita memahami diri sendiri, Membaca membantu kita untuk memahami kenapa kita setuju atau tidak setuju dengan sebuah karakter, atau sebuah sudut pandang. Hal itu bukan hanya membuat kita lebih pintar, menjadi pribadi yang lebih berempati, tapi juga menjadi seseorang yang memahami persepsi kita sendiri.
  • Membaca membantu kita berkomunikasi lebih baik, Membaca akan meningkatkan jumlah kosakata yang kita kuasai akan membantu kita untuk berkomunikasi dengan lebih baik. Orang yang gemar membaca memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan apa yang mereka rasakan, dan pastinya membuat orang yang diajak berkomunikasi memahami apa poin yang ingin kita tuju.
  • Membaca adalah hiburan gratis, Mengapa disebut hiburan gratis? Karena di Indonesia tersebar perpustakaan untuk kita membaca buku secara gratis. Kamu bisa membaca beberapa buku di sana tanpa harusengwluarkan biaya.
(Penulis : Putri Fairuz Nurul Dinniyah/PNB 3A/2017)



0 Response to "Buku Sebagai Jendela Dunia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel