Bioskop Metropole, Bioskop Stand Alone Tertua di Jakarta

Photo By : Yuni Yunita&Adilla Ayu

Jika ingin menonton film yang baru dirilis di boskop biasanya ada di dalam pusat perbelanjaan. Tetapi ini berbeda dengan bioskop ini, yaitu Bioskop Metropole XXI. Berdeda dengan bioskop lainnya, tempat Bioskop Metropole ini memiliki gedung tersendiri. Bioskop ini teletak di Jalan Pegangsaan No.21 Jakarta Pusat.

Gedung bioskop ini memiliki arsitektur bergaya Art Deco yang merupakan gaya arsitektur yang tersisa di Jakarta. Bioskop Metropole ini juga merupakan bangunan bioskop tertua dan terbesar di Jakarta. Perancang bangunan ini ialah Liauw Goang Sing. Bioskop Metropool ini dibangun pada tahun 1932 dan baru diresmikan pada tahun 1943 oleh Wakil Presiden pertama yaitu Wakil Presiden Mohammad Hatta. Pada awalnya tempat ini diberi nama Bioscoop. Tetapi sempat diganti dengan nama Bioskop Megaria dikarenakan adanya kebijakan anti-Barat oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960 yang berimbas pada penggantian nama Bioskop tersebut.

Pada awal setelah pendiriannya, biosko Metropole ini memiliki kotrak yang hanya menayangkan film yang diluncurkan oleh perusahaan film luar negeri, yaitu Metro Goldwyn Mayer (MGM). Namun pada tahun 1955 yang merupakan awal dari pelaksanaan Fersifal Film Indonesia (FFI), Bioskop Metropole ikut berpatisipasi dalam menayangkan film-film yang diproduksi oleh anak negeri. Gedung ini juga sempat menjadi temapt pelaksanaan rapat penting yang juga menjadi cikal bakal pendirian  Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI).

Pada saat tahun 1984, bioskop berkonsep cineplek mulai dikenal di Indonesia. Oleh karena itu, konsep yang telah diikuti oleh Bioskop Kartika  ini mulai dirilik oleh pengelola Bioskop Megaria. Akan tetapi, konsep ini tidak sukses hingga mengalami kebangkrutan. Lalu berlangsungnya waktu, teater ini dibeli oleh group bioskop 21 Cineplex pada tahun 1989,  dan gedung biskop itu dibuah namanya menjadi Metropole 21. Dan pada tahun 1993, gedung ini dinyatakan sebagai Bangunan Cagar Budaya Kelas A yang dilindung dan tidak boleh dibongkar oleh Gubernur DKI Jakarta pada masa itu.

Tak hanya dipakai oleh gedung bioskop saja, sepanjang tahun 1990-an gedung ini juga disewa oleh pengusaha menegah keatas. Seperti tempat cukuran, tempat bermain biliar, dan beberapa tempat makan  tingkat menengah seperti rumah makan masakan  khas Tionghoa, rumah makan ayam bakar khas Jawa, dan pempek megaria. Lalu gedung ini juga disewakan untuk pasar swalayan yaitu Hero yang terletak di lantai dasar.

Sekitar tahun 2007, terdengar kabar bahwa gedung ini akan dijual. Tetapi rupanya rencana untuk menjual gedung bioskop tersebut dibatalkan. Sang pengelola gedung bioskop, yauti Group 21 Cineplex memperpanjang sewanya dan melakukan renovasi mulai dari interior maupun eksterior gedung bioskop tersebut. Gedung bioskop kini berubah nama lagi menjadi Metropole XII dengan target kalangan menegah keatas. (Penulis : Yuni Yunita&Adilla Ayu/PNB3C/2017)


0 Response to "Bioskop Metropole, Bioskop Stand Alone Tertua di Jakarta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel