Bangunan Greja Immanuel Bergaya Eropa Klasik

Photo by : Annis sarah Fauzia/Rosma fardha fathin 

Pilar-pilar megah bergaya Eropa klasik berwarna putih menopang bagian teras Gereja Immanuel Jakarta yang terletak di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat. Tangga berjajar menuju pintu masuk gereja berbahan kayu jati yang tingginya lebih dari lima meter.

            Pohon-pohon rindang di halamannya yang relatif luas menambah kesan hijau gereja tua yang dibangun pada masa Belanda sekitar 177 tahun silam oleh JH Horst. Lantai-lantai marmer juga bisa terlihat di Gereja Immanuel.
             Immanuel awalnya adalah gereja yang dibangun atas dasar kesepakatan antara umat Reformasi dan Umat Lutheran di Batavia. Pembangunannya dimulai tahun 1834 dengan mengikuti hasil rancangan J.H. Horst. Pada 24 Agustus 1835, batu pertama diletakkan. Empat tahun kemudian, 24 Agustus 1839, pembangunan berhasil diselesaikan.
            Bersamaan dengan itu gedung ini diresmikan menjadi gereja untuk menghormati Raja Willem I, raja Belanda pada periode 1813-1840. Pada gedung gereja dicantumkan nama WILLEMSKERK.
            Gereja bergaya klasisisme itu bercorak bundar di atas fondasi tiga meter. Bagian depan menghadap Stasiun Gambir. Di bagian ini terlihat jelas serambi persegi empat dengan pilar-pilar paladian yang menopang balok mendatar. Paladinisme adalah gaya klasisisme abad ke-18 di Inggris yang menekan simetri dan perbandingan harmonis.
            Serambi-serambi di bagian utara dan selatan mengikuti bentuk bundar gereja dengan membentuk dua bundaran konsentrik, yang mengelilingi ruang ibadah. Lewat konstruksi kubah yang cermat, sinar matahari dapat menerangi seluruh ruangan dengan merata. Menara bundar atau lantern yang pendek di atas kubah dihiasi plesteran bunga teratai dengan enam helai daun, simbol Mesir untuk dewi cahaya.
            Orgel yang dipakai berangka tahun 1843, hasil buatan J. Datz di negeri Belanda. Sebelum organ terpasang, sebuah band tampil sebagai pengiring perayaan ibadah. Pada 1985, orgel ini dibongkar dan dibersihkan sehingga sampai kini dapat berfungsi dengan baik.

Gereja Immanuel saat ini adalah bagian dari Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat ( GPIB ) yang menganut sistem presbiterian sinodal.
(Penulis : Annis Fauzia & Rosma Fardah Fathin/PNB 3B/20017)

0 Response to "Bangunan Greja Immanuel Bergaya Eropa Klasik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel