Tren gaya hidup Budaya Urban Munculkan Komunitas


Perkotaan identik dengan gedung-gedung perkantoran yang tinggi, macet, mall, jam kerja padat, polusi dan bising. Wajar jika beberapa kota besar yang sangat maju memiliki angka depresi dan prustasi  yang sangat tinggi, dikarenakan tekanan pekerjaan, sosial keluarga, dan stress tinggi sehinga psesimis untuk menjalani kehidupan, dan juga sebaliknya bagi orang yang kreatif kehidupan kota menjadi peluang yang besar untuk menjalankan bisnis.

Seperti kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Jogja dan Bandung adalah tren budaya urban perkotaan di Indonesia. Apa pun yang menjadi tren di kota tersebut akan menjadi tren di Indonesia. Masyarakat Indonesia walaupun sejatinya belum sejahtera secara merata, namun mereka bahagia. Terutama di kota-kota besar yang benar-benar berbeda antara penduduk miskin dan kaya terlihat mulai dari tempat tinggal, lifestyle, aktivitas dan juga komunitasnya.

Mereka membuat komunitas-komunitas disertai dengan gerakan yang mengajak masyarakat untuk berkontribusi di kegiatan komunitas mereka. Apa sajakah budaya yang sedang tren di perkotaan?

  1. Bike to Work & Sepeda Fixie
dulu sepeda memang terlihat tidak begitu keren, hingga terkadang beberapa minder untuk membawanya kerja atau pun pergi ke sekolah. Namun dengan berjalannya waktu pandangan mengenai mengendarai sepeda telah berubah menjadi hal yang keren, cinta lingkungan serta sehat. Apalagi sejak muncul tren sepeda fixie yang minimalis sangat cocok sekali untuk anak muda, awalnya tren ini diawali dengan sekelompok sepeda gunung yang bergabung dalam komunitas Jalur Pipa Gas yang memiliki semangat dan gagasan ingin mewujudkan perkotaan yang alami dan bersih. Dan kemudian menggagas kampanye pertama dengan menggunakan sepeda.

  1. Jogging atau Running
Pada tahun 2014 tren ini telah muncul, namun tidak diketahui apa pemicunya sehingga ada tren tersebut. Yang awalnya masyarakat suka menaiki mobil atau motor saat berjalan-jalan tiba-tiba menjadi berubah lebih gemar dengan jalan kaki. Berbagai lomba marathon lari, glow run pada malam hari, color run, dan lain sebagainya muncul di tengah masyarakat kota dan sangat antusias. Banyak beberapa perusahaan yang memanfaatkan momen ini untuk ajang promosi.

  1. Urban Farming
Urban farming juga telah menjadi tren dalam budaya urban. Untuk mengisi lahan kosong yang sempit dengan kesadaran diri dalam memberikan kesegaran pada alam. Urban farming juga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan setelah beraktivitas berat seharian, bahkan kini urban farming tak hanya dijadikan sekadar hobi, namun juga menjadi lading bisnis yang menguntungkan. Teknologi juga telah maju dan muncul berbagai macam teknik berkerbun di lahan yang sempit.

Aktivitas tersebut di atas merupakan tren budaya urban yang sudah banyak diminati banyak orang, bahkan tak jarang kita menemui hal-hal di atas saat ini, apalagi sekarang sudah adanya car free day, atau hari tanpa mobil, untuk mencegah kepadatan lalu lintas dan kenyamanan jalan raya dan para komunitas urban cycle atau komunitas sepeda dapat berkumpul dan saling berdiskusi.


Ketiga aktivitas diatas pada dasarnya sudah banyak ditemukan di beberapa daerah di indonesaia namun belakangan ini banyak komunitas yang muncul dan unik dalam budaya urban salah satunya yang dilakukan komunitas diner ini, sekitar 3200 orang dengan 400 meja makan berkumpul dan menyantap daging dengan resep makanan yang berbeda-beda sesuai data yang didapat dari www.chaffeecountytimes.com “About 3,200 people gathered around 400 tables on East Main Street to share pulled pork and pot-luck fixin’s together.” Dan hal ini menunjukkan bahwa jumlah masyarakat yang banyak juga memiliki selera yang beragam. Dan kemungkinan besar masih banyak komunitas yang tidak terpublish. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam PARTOBA

0 Response to "Tren gaya hidup Budaya Urban Munculkan Komunitas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel