Sikap Komunitas Dalam Masyarakat Urban



Mengamati masyarakat urban tidak terlepas dari sikap atau atitut dalam lingkungan, istilah sikap ini pertama kali diperkenalkan oleh Herbet Specer tahun 1862 dan saat itu diartikan mental seseorang, namun sikap dikaitkan dengan respon atau respek atau tingkah seseorang ketika mendapat stimulus dengan tiba-tiba.

Dalam masyarakat urba sikap atau atitut salah satu hal yang tidak dapat dipungkiri perubahannya dari generasi ke generasi yang disebabkan pengaruh atau stimulus dari teknologi baru dan juga ragamnya etnis yang berbaur dalam masyarakat urban kemudian memiliki tatanan atau ideology yang berbeda atau lebih tepatnya multi kultural, dan sudah menjadi kajian para ilmuan psikologi social dan juga pengamat lingkungan budaya.

Keberagaman etnis yang berbaur dalam masyarakat urban menjadi hal yang sangat serius terkait dengan sikap/atitut. Mengenai sikap sangatlah banyak desfenisi menurut para ahli namun jika berbicara secara global masalah sikap/atitut dalam masyarakat urban dapat disimpulkan bahwa ada yang menerima (favorable) dan ada juga yang menolak (unfavorable).  Mereka akan mendukung jika memang dapat membantu dan memiliki arti kepada mereka dan menolak jika membuat mereka terganggu.

Perkembangan teknologi dianggap salah satu factor yang mempengaruhi tingkah laku atau sikap masyarakat urban, dan sudah menjadi sifat manusia berinteraksi dan bersosial, dengan demikian bahwa individu yang memiliki aktivitas yang sama berkumpul dan akhirnya menjadi sebuah komunitas, komunitas tersebut dapat berdampak positif dan juga negative.

Tetapi yang menjadi persoalan bagaimana sikap mereka diluar komunitas, hal ini membawa perubahan baru dalam masyarakat urban contoh kecil saat berbicara, berprilaku, dan berbuat. Mari kita simak beberapa komunitas yang banyak diterima dalam masyarakat, salah satunya yang memberikan sumbangsi dalam aspek masyarakat contoh: Komunitas Pecinta lingkungan hidup, Penggalangan bantuan, pengembang pendidikan dan banyak lagi. Dan beberpa komunitas yang ditolak dan contra seperti : Komunitas Guy,Lesbi dan lainnya yang tidak disebut satu persatu.


Pada dasarnya komunitas yang dterima dan ditolak adalah bentuk dari sikap dan perbuatan dalam masyarakat urban, biasanya komunitas yang diterima dianggap tidak menjadi ancaman terhadap lingkungan dan membawa perubahan yang positif terhadap lingkungan hidup, penolakan dikarenakan dianggap membawa celah dan terkadang menjadi ancaman kemudian tingkah yang diluar akal sehat.

Hadirnya  teknologi baru dengan ragamnya fitur media sangat cepat mendapatkan informasi kemudian ketika penerima pesan mengartikannya sesuai interprestasinya tanpa adanya landasan teori ilmiah, social budaya dapat mengubah pemaknaan dari informasi tersebut sehingga memunculkan sikap dan tingkah laku yang berdampak negatif, atau salah jalur. Kemudian bila memang penerima pesannya memiliki interprestasi yang disertai dengan ilmiah, logika berpikir, dan juga peduli lingkungan maka arahnya akan berdampak positif.

Persoalan masyarakat urban memang tidak ada habisnya namun untuk membuat komunitas-komunitas yang hadir dalam masyarakat urban dapat berprilaku baik atau menjaga sikap/atitut salah satu upaya kita semua dalam lingkungan kita dan sangat berarti buat generasi baru yang akan melanjutkan perkembangan bangsa kita, dan tidak lepas dari kontrol pemerintah yang harus menjaga keaneka raganam etnis dan upaya untuk menyaring informasi yang dianggap akan berdampak negatif atau ancaman terhadap masyarakat urban. Semoga artikel ini bermanfaat salam POJOKNYANTAI

0 Response to "Sikap Komunitas Dalam Masyarakat Urban"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel