Maspekal berharap Industri Kopi mampu meningkatkan perekonomian Humbang Hasundutan



Budaya minumkopi sudah dikenal orang sejak abad ke VII seiring dengan peradaban di timur tengah hingga merambah ke penjuru dunia, tak heran bila melihat hampir disetiap kota kita menemui warung kopi atau café yang menyajikan kopi, Namun penting kita mengetahui asal usulnya.

Kopi adalah salah satu tanaman  yang tumbuh di daerah tropis dengan ketinggian 600-1600 m diatas permukaan laut dan memiliki tinggi sekitar 2-6 meter, dan berbuah setelah tumbuh 1 tahun, biasanya tnaman kopi yang sehat berumur 50-60 tahun, teteapi ada juga jenis kopi yang dapat bertahan selama 100 tahun.

Menurut data Royal Botanic Garden di inggris a terdapat 120 jenis kopi namun yang biasa ditanam untuk kepentingan komersil atau diperdagangkan ada dua jenis yaitu kopi Arabika( Coffe arabika ) dan Kopi Robusta (coffea chenepora) kedua jenis ini memiliki keunggulan masing masing kopi arabika terkenal dengan kenikmatannya dan kopi robusta terkenal lebih tinggi dan tahan akan hama sehingga dapat berumur 100 tahun.


Pada tahun 2015 indonesia berhasil menjadi  pengeksport kopi terbesar ke tiga didunia setelah brazil dan Vietnam, melihat hal ini sudah sepantasnya investor melirik peluang bisnis ini, untuk mengembangkan devisa Negara lewat agraris dan perindustrian, sebab terdapat beberapa daerah yang mampu menghasilkan kopi yang cukup efektif seperti daerah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat,Sulawesi selatan, Jawa Barat, dan daerah timur. Pada awalnya kopi hanya dijual kepada tengkulak dan dikirim keluar negeri, namun saat ini seiring dengan perkembangan teknologi dan dukungan pemerintah tentang perindustrian, kopi sudah mulai diproduksi oleh Industri kecil.


Salah satu bentuk perhatian pemerintah yang baru baru ini dalam acara peringatan HUT Kabupaten Humbang Hasundutan menghadirkan 1400 gelas kopi free dan mengambil thema “MASYARAKAT PEMERHATI KOPI ARABIKA SUMATERA UTARA LINTONG” atau MASPEKAL disambut meriah oleh masyarakat humbang yang didukung sepenuhnya Pemerintah Provinsi Sumatera utara.



Dengan adanya acara tersebut MASPEKAL berharap penghasilan daerah Humbang Hasundutan akan meningkat dari sektor ekonomi pertanian dan ekonomi perindustrian, sebab menurut data dari salah satu pengusaha dibidang Home Production/industry kopi ini  Parto Situmorang  yang sudah memulai usaha ini selama 1 tahun dengan dengan brand BATAK KOPI, Jenis kopi tersebut adalah kopi arabika dengan total produksi perhari sebanyak 50 kg dengan harga Rp.75000/250gr atau sekitar Rp.300.000 /kg. dengan bahan mentah 1kg kopi seharha Rp.90.000, dan menurut PARTO SITUMORANG pendapatan perbulan mampu mencapai Rp.25 juta paling minim, cukup berpotensi untuk pengembangan agraris dan industry, dan Maspekal berharap Industri Kopi mampu meningkatkan perekonomian Humbang Hasundutan



proses penciptaan kopi tersebut dapat memakan waktu sekitar 4 hari, proses tersebut merupakan tahap pembersihan/filtering, pengeringan, produksi burning, produksi penggilingan dan yang terakhir packaging, siap saji dan siap dipasarkan. Nah bila tertarik dengan rasa kopi “BATAK KOPI” anda dapat memesan langsung, untuk sementara bias anda meninggalkan post coment di website ini.






Dengan melihat kalkulasi dari home industry “BATAK KOPI”sudah saatnya kita mencintai produk local atau cinta produk Indonesia, sehingga para petani dan pengusaha dapat memberi kontribusi peningkatan ekonomi dibidang agraris dan perindustrian, bukan hnya masyarakat tentunya juga pemerintah harus lebih antusias dalam mempromosikan produk-produk local sehingga dapat menembus pasar International, semoga artikel ini bermanfaat terimakasih,,,,salam PARTOBA

0 Response to "Maspekal berharap Industri Kopi mampu meningkatkan perekonomian Humbang Hasundutan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel