Fenomena Kaum Miskin Urban, Biar Kere Yang Penting Eksis



Mendengar kata urban, pasti akan mengarah pada sesuatu hal yang berbau modern atau kekota-kotaan. Kata urban sendiri memiliki dua arti, yang pertama berkenaan dengan kota atau bersifat kekotaan. Yang ke dua orang yang pindah dari desa  ke kota. Jika hal tersebut dipadankan dengan kata masyarakat, yakni masyarakat urban maka bisa diartikan sebagai masyarakat yang tinggal di kota dan mempunyai sifat ke kota-kotaan.

Seperti hal nya, masyarakat urban memang cenderung memiliki gaya hidup modern. Gaya hidup mereka cenderung berubah-ubah pula, sesuai dengan perubahan zaman. Dengan berubah-ubahnya gaya hidup yang dilandasi dengan perubahan zaman, maka terbentuklah kaum miskin urban.

Tahukah anda, siapa kaum miskin urban ini? Mereka adalah orang-orang yang lebih mementingkan dan mendahulukan gaya daripada kebutuhan. Padahal penghasilan mereka tidaklah sesuai dengan gaya mereka. Kaum miskin urban ini banyak sekali dijumpai di daerah kota-kota besar. Walaupun sebenarnya mereka tidak benar-benar miskin, namun pendapatan mereka tidak sesuai dengan gaya yang mereka tonjolkan.

Seiring perkembangan zaman, memang budaya urban sangat berpengaruh dalam mgaya hidup masyarakatnya. Dengan adanya tren-tren baru di setiap waktu, maka masyarakat pun akan selalu mengikuti tren yang serba kekinian. Bahkan kaum miskin urban itu sendiri. Mereka juga ikut andil dalam persaingan kehidupan yang serba glamour. Apa sih yang menyebabkan mereka seperti itu? Jawabnya ialah gengsi yang terlalu tinggi.

Gengsi yang tinggi akan memberikan dampak buruk bagi kaum miskin urban. Misalnya ingin memiliki kendaraan mewah seperti mobil. Memang, siapa sih yang tidak ingin memiliki mobil? Namun jika pendapatan tidak mencukupi maka salah-salah akan mengambil kredit. Mungkin dengan memiliki mobil maka mereka bisa bergaya bahkan bisa pamer kepada yang lain atau menyamai teman yang juga telah memiliki mobil. Namun, jika gajian yang seharusnya bisa dibuat untuk makan, dan kebutuhan penting lain, malah habis hanya untuk membayar kredit. Sehingga harus hutang ke sana kemari untuk menutupi kebutuhan hidup

Belum lagi, jika rumah yang dihuni tidak memiliki garasi, maka akan berdampak pula pada lingkungan yang ditinggali. Karena menaruh mobil di sebarang jalan, apalagi jika di dalam gang sempit. Belum lagi akan menambah angka kemacetan lalu lintas. Hanya karena gengsi semata.

Tak hanya mobil, mereka kaum miskin urban juga pasti akan membeli barang atau hal-hal mahal yang serba tren terbaru, apa yang baru mereka membelinya walaupun itu tidak sesuai dengan pendapatan mereka. Misal gadget, pakaian hingga barang-barang bermerek lainnya.


Media sosial mungkin juga factor yang menyebabkan gaya hidup kaum miskin urban menjadi serba ingin bermewah-mewah. Karena ingin sekadar pamer. Memang budaya urban memiliki dampak negative bagi mereka yang tidak bisa sadar diri dalam gaya hidup. Kuncinya hanya perlu bersyukur dengan apa yang kita miliki.

0 Response to "Fenomena Kaum Miskin Urban, Biar Kere Yang Penting Eksis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel