Budaya Baca Kaum Urban Yang Mengalami Perubahan


Kini apa-apa serba modern, ringkas dan cepat. Di zaman yang serba teknologi ini  semakin sedikit orang yang mau melihat kehadiran dan makna masa lalu. Manusia kini semakin mengejardan tengah tumbuh mengikuti atau hendak melampaui masanya. Manusia sekarang semakin bersicepat dengan waktu bahkan berangan menembus masa depan.

Kini dalam budaya baca manusia urban pun juga mengalami perubahan yang cukup signifikan, orang kini ingin serba singkat, lugas dan mengena langsung pada poinnya. Tinggalkan basa-basi atau pengantar kata dan sesuatu yang bertele-tele. Malah kini cenderung yang menarik adalah penggunaan media sosial, dimana banyak berita, gosip, informasi, atau hiburan berseliweran dalam lini masa sepanjang hari. Dan orang bahkan akan membaca dan tertarik dengan hanya melihat judulnya saja. Seakan-akan sesuatu peristiwa hanya cukup dipadatkan dalam satu sampai tujuh kata saja. Dan dengan orang membacanya orang akan seketika tahu itu informasi mengenai apa. Jika judulnya terlihat menarik maka orang pun akan lanjut membukanya. Misal saja tajuk tak menawan maka ceritanya hanya sekadar numpang lewat saja.

Jika saja budaya baca kaum urban semacam itu, maka bagaimana nasib dunia sastra kita, yang notabene dalam apresiasinya membutuhkan waktu jeda yang khusuk demi membaca sajak-sajak, cerpen, apalagi novel atau pun roman.  Bila seandainya sebagian masih menyelisihkan waktu luang dalam membaca sebuah sastra, sepertinya fokus karya yang dibaca sudah bukan lagi tulisan-tulisan sastrawan lama. Apalagi karakter kaum urban yakni mengikuti kekinian, apa yang ngetren saat ini maka itulah yang mereka ambil tanpa harus melihat ke masa lalu.

Dalam membaca karya sastra Indonesia seperti novel lama karya seorang masterpiece, membaca milik pengarang lama  tentu sudah tidak lagi menjadi kesadaran dan ketertarikan orang generasi muda kaum urban. Kebanyakan dari mereka lebih tertarik buku baru yang terpajang di took dengan label best seller, walau pun isinya kurang tajam dan mengena daripada pengarang angkatan terdahulu.

Orang urban modern memang mungkin sangat sulit untuk melirik karya sastra lama, yang lebih mengena dalam mengkritik kehidupan masa depan. Kini mereka membaca hanya sekedar singkat dan cepat, apalagi sekarang dalam membaca bisa melalui teknologi. Sebab semua yang dilakukan dalam kaum urban yakni serba canggih.


Dengan segala kemudahan saat ini, para penulis era ini seharusnya melakukan lebih dari sekedar penemuan-penemuan, sejalan serta merangkum segala yang ada. Andai penulis hanya ingin meraih kebaruan, maka akan mudah sekali tergelincir  untuk menyajikan kecanggihan sastra. Budaya baca yang haruslah menjadi kesadaran setiap public apalagi bagi kaum urban sekarang, jangan sampai hanya sekedar ingin praktis dan baru sehingga mengabaikan karya dulu yang lebih informative dan mengkritik kehidupan masyarakat.

0 Response to "Budaya Baca Kaum Urban Yang Mengalami Perubahan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel