Melestarikan Lingkungan Dengan Pengurangan Pemakaian Plastik

Foto : Okezone Dok
Polemik masyarakat uraban bukanlah hal yang tidak serius untuk ditanggapi walaupun sebenarnya tiadak ada habisnya, sebab tiap harinya manusia berusaha untuk mengembangkan pengetahuan dan teknilogi yang berdampak pada lingkungan baik secara positif dan negatif dan bahkan dapat merusak lingkungan. Mari kita lihat contoh yang paling kecil saja, orang berbelanja dulunya menggunakan keranjang, di era sekarang ini orang berbelanja cukup membawa pulang kantong plastik dan memang cukup raktis.

Pada tahun 1910 seorang warga Amerika kelahiran Belgia “Leo Hendrik Baekeland”  mendirikan pabrik plastik dan memperkenalkan kepada masyarakat, pada awalnya plastik digunakan untuk membuat kotak radio, kancing, bola billyard dan barang lainnya yang berkembang terus hingga keperalatan rumah tangga mulai dari dapur, kamar mandi, kamar tidur dan bahkan lingkungan kita dipenuhi dengan plastik. Dampak dari plastik ini mempengaruhi kehidupan dunia sehingga bisa kita sebut terobosan teknologi yang luarbiasa juga dengan harga bahan dasar yang murah.

Namun bila melihat disisi yang lain dampak dari plastik menjadi tugas yang sangat serius untuk para peneliti dan pemerintah  sebab dampaknya sangat merugikan terhadap lingkungan dan kesehatan dimana plastic susah didaur ulang walaupun tertimbun tanah ratusan tahun tidak akan terurai, sehingga dengan banyaknya kimia plastik akan berakibat fatal terhadap tingkat kesuburan tanah dan plastik juga membunuh unsur urai, sebab plstik dapat menghambat sirkulasi udara dan pengendapan air sehingga bakteri untuk mengurai tanah susah berkembang.

Bila melihat fakta-fakta yang ada, banjir yang disebabkan penyempitan sungai sampai kemuara akibat sampah dan 90% adalah sampah plastik kemudian kita dapat menyimak ditemukannya banyak bangke elang laut di pulau Midway, Pasific. Setelah diteliti ternyata perut sampai kerongkongan anak elang laut dipenuhi dengan sisa kantong plastik. Dan juga fakta dari PBB pada bulan Juni 2006, memperkirakan bahwa setiap mil persegi terdapat 46.000 sampah plastik yang mengambang dilaut. Dengan catatan plastik sudah membunuh setidaknya 1 juta burung laut, mamalia laut sekitar 100.000 dan ini adalah fakta yang sangat mengerikan dan perlu diperhatikan.

Sebagai masyarakat yang menyadari akan bahayanya plastik kita harus mematuhi aturan membuang sampah, yang saat ini diterapkan pemisahan sampah organic dan sampah non organic, sehingga saat di bank sampah lebih gampang memisahkannya. Mengurangi penggunaan plastik dan sesuai harapan dari beberapa Negara di dunia yang menginginkan kantong blanja digantikan dengan kantong kertas
.
Bukan hanya masyarakat, namun pemerintah sangat berperan penting dalam penanggulangan masalah ini, dinegara kita sangat dilematis dengan pekerjaan tukang sampah atau kebersihan sebab di upah dengan rendah, tentu pekerjaan ini tidak akan disukai banyak orang berbeda dengan di Negara maju khususnya di Inggris yang berani membayar mahal binmannya, sesuai fakta yang didapat di BBC NEWS seorang binnman dari London “Wilbur Ramirez” menghabiskan waktunya 10 hari dengan salah satu tukang sampah yang dijakarta “ Imam Syaffi” dengan jarak tempuh 7,000 mil perharidengan gerobak sorongnya. Dan Jakarta masih pemilik sampah yang sangat banyak dan anda dapat lihat faktanya di Bantar Gebang. Pemerintah sudah sepantasnya menaikkan gaji para tim kebersihan yang dikelola dinas kebersihan setiap daerah di Indonesia.


Pemerintah juga sudah seharusnya mendanai para peneliti untuk melakukan riset untuk recycle rubbish khususnya plastik, membuat seminar-seminar dan workshop tentang daur ulang plastik. Sehingga para komunitas-komunitas yang ada didaerah dapat pengetahuan dan lewat kreatifitasnya kita tidak pernah dapat menduga produk apa yang kelak akan dihasilkan, dengan harapan ini maka akan spontan juga memperbaharui perekonomian Negara kita. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat, salam PARTOBA

0 Response to "Melestarikan Lingkungan Dengan Pengurangan Pemakaian Plastik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel