Proses Terciptanya Masjid Istiqlal


                Sekitar pada tahun 1950 kala itu mentri agama adalah Bpk. KH.Wahid Hasyimbersama dengan Bpk. Cokrominoto mengadakan pertemuan untuk mengusulkan pembangunan masjid kepada Presiden Ir. Soekarno. Dengan hangat disambut Presiden Ir. Soekarno. Masjid tersebut akan dinamai Masjid Istiqlal yang secara harfiah artinya bebas. Dan pada tahun 1953 presiden RI yang pertama lansung terlibat dalam pembangunan tersebut sebagai Bagian Teknik pembangunan.

                Dan presiden lansung sebagai dewan juri untuk sayembara maket Istiqlal dimana sayembara tersebut di ikuti 30 orang dan hanya 28 orang yang mengikutsertakan gambar dan 22 orang yang dinyaakan lolos persyaratan, kemudian dari 22 orang dewan juri memutuskan 5 pemenang sayembara tersebut.Pemenang Pertama : Fredrerich Silaban dengan desain bersandi Ketuhanan, Pemenang kedua : R. Utoyo dengan desain Bersandi Istigraf, Pemenang ke tiga : Hans Gronewegen dengan desain bersandi Salam, Pemenang keempat : 5 orang mahasiswa ITB dengan desain bersandi Ilham 5, Pemenang kelima : 3 Orang Mahasiswa ITB dengan desain bersandi Khatulistiwa

Setelah proses penjurian yang panjang dengan mempelajari rancangan arsitektur beserta makna yang terkandung didalamnya beserta gagasan para peserta maka akhirnya pada 5 juli 1955 atas perintah Presiden Ir. Soekarno memutuskan desain rancangan dengan judul “ketuhanan” karya Frederich Silaban dipilih sebagai pemenang Model dari masjid ISITQLAL.














Penentua Lokasi Terjadi perbedaan pendapat mengenai rencana lokasi pembangunan Masjid Istiqlal, Ir. H. Mohammad Hatta (wakil Presiden RI) berpendapat bahwa lokasi yang paling tepat untuk pembangunan Masjid Istiqlal tersebut adalah di Jl. Moh. Husni Thamrin yang kini menjadi Lokasi Hotel Indonesia. Dengan pertimbangan lokasi tersebut berada di lingkungan masyarakat Muslim dan waktu itu belum ada bangunan diatasnya, sementara Ir. Soekarno (presiden RI) mengusulkan lokasi pembangunanMasjid Istiqlal di Taman Wilhelmina, yang dibawahnya terdapat reruntuhan benteng belanda dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan pemerintah dan pusat-pusat perdagangan serta dekat dengan Istana Merdeka, Hal ini sesuai dengan symbol kekuasaan keratondi jawa dan daerah-daerah di Indonesia bahwa masjid selalu berdekatan dengan keraton.

                Pancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Ri Bpk Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1961 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Disaksikan oleh umat Islam namun dengan adanya gejolak politik di Indonesia pembangunan ini tidak berjalan lancar sehingga pada tahun 1966 Menteri Agama KH. Dahlan mempelopori kembali pembangunan ini dan kepengurusan ditangani oleh KH. Idham Chalid yang bertindak sebagai Kordinator Panitia Nasional Pembangunan Masjid Istiqlal. Dan akhirnya pada tanggal 22 Februari 1978 presiden Soeharto meresmikan Penggunaannya ditandai dengan Prasasti yang dipasang di area tangga pintu As-Salam.














Fisik Bangunan Masjid Istiqlal menerapkan prinsip minimalis, secara umum masjid istiqlal terdiri dari gedung induk, gedung pendahulu dan emper sampingnya, teras raksasa dan emper keliling serta menara. Ruang-ruang terbuka atau plaza dikiri kanan bangunan utama dengan tiang-tiang lebar diantaranya, yang sebenarnya menurut desainernya untuk memudahkan sirkulasi udara dan penerangan yang alami serta mendatangkan kesejukan hati bagi para jamaah yang beribadah. Masjid ini dibangun diatas lahan sekitar 12 ha, luas bangunan 7 ha, Luas Lantai 72.000m2, uas atap 21.000m2. kalau melihat bagian dari Masjid tersebut dapat kita simak dibawah:


  1. Gedung inti: Tinggi 60 meter, panjang 100 meter, lebar 100 meter dan tiang pancang 2.361 biji dan daya tampung sekitar 100.000 jamaah. Dan kubah dengan diameter 45 meter yang terbuat dari kerangka baja stainless steel yang di import dari jerman barat seberat 86 ton sementara bagian luarnya dilapisi dengan keramik. Dan dimerter 45 merupakan symbol penghormatan dan syukur atas kemerdekaan sesuai dengan nama Istiqlal itu sendiri.
  2. Gedung Pendahulu dan emper Samping, tinggi 52 meter, Panjang 33 meter dan lebar 27 meter.bagian memiliki lima lantai yang terletak dibelakang gedung utama yang diapit2 sayap teratas. Luas lantainya 36.980 m2 dengan dilapisi 17.300m2. jumlah tiang pancang sebanyak 1800 biji. Diatas gedung ini ada sebuah kubah kecil. Fungsi utama dari gedung ini setiap Jemaah dapat menuju gedung utama secara lansung, selain itu juga bias dimanfaatkan sebagai tempat perluasan shalat bila gedung utama penuh
  3. Teras Raksasa : terbuka seluas 29.800m2 terletak disebelah kiri belakang gedung induk. Teras ini dibuat untuk menampung jumlah jamaah pada saat shalat Idul Fitri dan Idul Adha, arah poros teras ini mengarah ke Monument Nasional menandakan masjid ini adalah masjid nasional. Selain itu teras ini juga berfungsi sebagai tempat acara-acara keagamaan seperti MTQ dan pada emper tengah dulu bias digunakan untuk manasik (latihan) Haji
  4. Emper Keliling : Emper ini mengelilingi teras raksasa dan emper tengah yang sekelilingnya terdapat 1800 pilar guna menopang bangunan emper, Panjang 165 meter, Lebar 125 Meter.


Disudut sebelah tenggara terdapat bedug raksasa yang berfungsi sebagai alat petanda waktu shalat. Bedug merupakan salahsatu ciri Ke Islaman Indonesia. Bedug ini terbuat dari kayu meranti dari Kalimantan Timur konon berumur 300 tahun, diameter bedug adalah 2 meter sedangkan dibelakang 1,71 meter dan panjangnya 3 meter dengan berat total 2,3 ton. Dan kulit bedug dari kulit sapi untuk menciptakan bedug ini dibutuhkan 2 ekor kulit sapi dewasa untuk depannya adalah kulit sapi Jantan dan untuk belakang kulit sapi betina dan untuk merekatkan kulit tersebut dibutuhkan 90 paku yang terbuat dari kayu sonokeling yang memakan waktu 90 hari dari Jepara tengah. Dikaki beduk setinggi 3,8 meter terdapat tulisan Allah dalam segi lima yang melambangkan rukun Islam dan waktu shalat dan juga disisi lai terdapat tulisan Bismillahhirrahmanirrahim.


Dan Minaret atau menara setinggi 66,66 meter dengan diameter 5 meter dan bangunan ini meruncing keatas yang berfunsi sebagai tempat muadzin mengumandangkan Azan. Dan dilengkapi dengan alat pengeras suara. Puncak menara yang runcing berlubang-lubang terbuat dari kerangka baja tipisdan angka 6666 merupakan symbol dari jumlah ayat yang terdapat dalam AL Quran. Masjid ini juga memiliki air mancur, halaman masjid seluas 9,5 hektar dan daya tampung kenderaan atau parker sekitar 800 kendaraan dan memiliki 7 buah pintu gerbang masuk dan dihalaman terdapat tiga jembatan yang panjangnya sekitar 21 sampai 25 meter, dan disebelah selatan terdapat airmancur yang berada ditengah-tengah kolam seluas 0,75 hektar dan air mancur mampu memancarkan air sekitar 45 meter. Dan bila mengambil air wuduh tersedia dilantai dasar sisebalah utara,timur, maupun selatan yang dilengkapi kran air 660 buah sedangkan toilet terdapat disebelah timur, tersedia untuk 80 orang yang berbagi dua kompleks untuk pria dan wanita dan kamar mandi ini dipasok 600 liter setiap hari dai PAM dan kapasitas lampu selain dari PLN juga memiliki 3 generator yang masing-masig berkekuatan 110 Kva dan sebuah generator besar dengan kekuatan 500kva. Nah itulah seputar dengan bangunan Masjid Istiqlal atau Masjid Nasional, dan mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.
Dari berbagai sumber

Penulis : BLANTIKA VISUAL



2 Responses to "Proses Terciptanya Masjid Istiqlal"

  1. istiqlal is the bigest mosque in indonesia, i have just visited it 3 times. hehe

    ReplyDelete
  2. mantep...tapi kalau ke jakarta..yah ibadah disana lagi mas e..biar 4 kali..canda,,terimakasih kunjyngannya..salam

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel