Problema karya musik di era digital



Tidak jarang para penggulut music atau musisi malas berkarya disaat ini, disebabkan kurangnya daya jual album baik bentuk CD atau kaset pita  yang mereka ciptakan, tentunya para musisi atau penyanyi yang tidak sebesar bintang papan atas akan berdiam diri, dapat kita lihat saat audisi yang diselenggarakan Televisi Swasta baik Indosesian Aidol, Akademi Fantasi, Indonesia mencari bakat, Indonesia Got Talent dan sebagainya  banyak bermunculan  penyani atau musisi yang sangat bagus dan berbakat namun yang menjadi pertanyaan kemanakah mereka selama ini?

Mereka sebenarnya bukan kemana-mana tetapi hanya tidak memiliki jembatan untuk membesarkan nama mereka, yang kedua bila mana mereka akan merekam album sudah tentu mengalami kerugian dikarenakan era sekarang adalah era digital, dimana digital tersebut adalah mengkonversikan audio,visual menjadi angka sehingga tercipta  koding yang dapat dipindahkan dan dicopy dengan cepat. Masalah inilah yang membuat para musisi atau penyanyi jarang berkarya, ketika mereka menciptakan sebuah album dan sudah beredar tentunya otomatis sudah dapat dicopy dan dibagi didunia maya.  sehingga Hal inilah yang sebenarnya penting disadari khususnya dinegara kita dimana kurangnya menghargai hak cipta atau copyright ataupun hak paten. Belakangan ini sudah sangat marak  orang berbicara HAKI atau hak kekayaan intlektual dan disarankan bila mana memiliki karya cipta segera dibuat hak patennya.

Apakah era digital ini menjadi ancaman buat musisi dan penyani? Kalau kita melihat kenyataan malah sebenarnya tidak, justru sebaliknya mempercepat musisi atau penyanyi popular sebab tetap akan seimbang dimana kita dapat berkreasi dengan era digital ini, salah satunya lewat jejaringan social media, penyedia media video seperti youtube, Daylimotion, Veoh dan banyak lagi yang mampu membantu para musisi menjadi terkenal. Disamping itu juga penyedia video tersebut akan membayar anda sesuai peraturan masing-masing. Namun patut di ingat segala bentuk karya harus asli sehingga tetap menjaga hak cipta.
Dengan adanya media-media tersebut akan menjawab persoalan kita dibidang music dan tarik suara, sebenarnya bukan hanya itu pokoknya segala urusan Visual dan Audio baik itu tulisan maupun keahlian yang lain dapat anda memanfaatkan era digital sekarang dan juga kehebatan dunia maya.

Penulis BLANTIKA VISUAL

0 Response to "Problema karya musik di era digital"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel