Dampak Musik Klasik Terhadap Janin dan Kehamilan


Musik rata-rata dipahami orang untuk memanjakan telinga dengan alunan irama atau ritmenya kemudian lewat music orang dapat berekspresi, tak jarang music dibuat menjadi profesi yang sekarang ini sudah bagian dari industry, namun music memiliki genre mulai dari jazz, bluss, rock, regge, dangdut dan banyak lagi berkembang setelah perkembangan  elekro. Namun music klasik kategori music yang jarang diminati pemuda saat ini ternyata bermanfaat benar untuk pertumbuhan janin dalam kandungan.

Dalam sebuah seminar yang baru-baru ini tentang “Pengaruh Mendengarkan Musik Klasik Terhadap Janin dan Kehamilan” lewat thema seminar ini sangat jelas bahwa  mendengarkan music klasik sebenarnya bagian dari beberapa stimulasi yang dilakukan oleh sang ibu terhadap anak demikian menurut Prof. Dr. Utami munandar, guru besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, beberpa stimulasi yang sangat penting diketahui seorang ibu ketika hamil yaitu  stimulasi fisik motoric dengan “mengelus-elus” jambang bayi melalui kulit perut sang ibu, simulasi kognitif berbicara atau bercerita terhadap janin, dan stimulasi afektif dengan menyentuh perasaan bayi. Dimana semakin sering perangsangan diberikan maka semakin efektif pengaruhnya pada janin. Nah disini musik akan merangsang perkembangan sel-sel otak dan hal ini sangat penting disebabkan masatumbuh kembang otak yang paling pesat terjadi sejak awal kehamilan hingga bayi berusia tiga tahun.

Dan menurut dr. Jimmy Passat, ahli saraf dari FKUI-RSCM dan Isye Widodo. S.Psi, koordinator Parent Education Progran RSAB Harapan Kita, Jakarta, stimulasi ini harus seimbang supaya otak kanan dan otak kiri seimbang juga. Menurut pakar mengatakan bahwa organ pengontrol pikiran dan ucapan, juga emosi dibagi menjadi dua belahan kiri dan kanan, dengan fungsi yang berbeda. Otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, serta pengembangan kepribadian. Dan otak kiri identik untuk melakukan fungsi akademik seperti baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu, dan peristiwa), logika, dan analisis. Oleh karena itu, bila stimulasi dilakukan secara seimbang, diharapkan anak yang dilahirkan kelak tidak cuma memiliki kemampuan akademik yang baik tetapi juga kreatif. Ketika mampu menghitung dia juga harus menerapkannya kemudian mampu berbahasa, menulis, dan mengarang dengan baik. disisi yang lain bagi ibu hamil penting juga membebaskan diri dari stres sebab kehamilan yang mengurangi aktivitas seperti biasanya dan harus merawat janin sangat cocok mendengar music klasik yang akan mengurangi stres sebab bila stres berkelanjutan dapat mengakibatkan peningkatan renin angiotensin yang berakibat mengurangi sirkulasi Rahim-plasenta-janin, dan penurunan ini menyebkan pasokan nutrisi dan oksigen berkurang kepada janin sehingga perkembangan janin terhambat. Dan peran music lasik disini sangat penting terutama karya music Mozrat.

Menurut para ahli, melakukan stimulasi saat janin berdampak positif sebab hampir semua bayi yang diberi stimulasi saat janin maka kelak saat berusia dua tahun dia diyakini memiliki kemampuan komuniksi pasif dan aktis seperti anak usia empat tahun. Contoh bayi yang berusia tiga bulan belum ada tanda tanda mengeluarkan kata”a-e-o”. tetapi bila saat janin diterapi music sudah bias mengeluarkan kata-kata itu, dan diyakini kemampuan berbahasanya lebih cepat. Buat para ibu yangs eadang Hamil silahkan melakukan terapi music dan selamat mencoba, mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat dan salam sehat.
Penulis POJOK_NYANTAI

0 Response to "Dampak Musik Klasik Terhadap Janin dan Kehamilan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel